RADARSEMARANG.ID, Semarang - Ratusan anak muda di Kota Semarang begitu terpukau dengan musik-musik religi dalam konser Arasy Cinta bersama Kang Abay di Gedung Wisma Perdamaian, Tugu Muda, Sabtu (20/1).
Acara yang menyuguhkan konsep story telling dongeng perjalanan hidup tokoh Arsy untuk bangkit dari keterpurukan.
Arasy Cinta berdasarkan pengalaman yang kerap dialami oleh anak-anak muda zaman now. Banyak dari mereka merasa galau karena belum menemukan pasangan hidup atau baru saja ditinggalkan pasangan.
“Kita ingin terus mengenalkan musik-musik relegi agar bisa hadir dalam menyelesaikan kegalauan anak-anak muda," kata Ketua pelaksana Konser Arasy Cinta, Hamzah Asadudin.
Ia menambahkan, konser untuk memberikan panggung bagi para Munsyid di Kota Semarang sekaligus mengenalkan para Munsyid baru kepada masyarakat.
Sekaligus rangkaian dari Semarang Nasyid Festival dimana acara tersebut telah diselenggarakan sejak tahun 2014 silam.
“Nasyid Festival sudah berjalan hampir 10 tahun tapi memang tidak dilaksanakan setiap tahunnya. Ada yang terkendala pandemi serta faktor naik dan turunnya komunitas,” tutur Hamzah.
Rangkaian Nasyid Fest diawali dengan dibukanya audisi pencarian bakat bagi para generasi muda untuk menemukan talenta-talenta baru.
Ini untuk melahirkan bakal calon Munsyid berikutnya serta untuk menumbuhkan potensi baru dari Munsyid yang telah ada.
“Talent yang terpilih akan tampil di Konser Arasy Cinta. Sudah ada dua orang namanya Shofi dan Hana dan mereka menjadi adek-adek baru kita,” ujarnya.
Acara dibuka dengan penampilan Awra yang memerankan tokoh Arsy. Ia bercerita tentang kesedihan yang dialami sejak kecil karena tidak mendapatkan kasih sayang orang tua.
Hingga akhirnya dipertemukan dengan pasangan hidupnya. Satu per satu artis Nasyid Semarang tampil di sela-sela pertunjukkan story telling Arsy seperti Helmi Utta, Ima Zara, El Alice, El Azizi, Alwi Syakieb, dan Musafa.
Bayu Adhitya atau yang kerap disapa Kang Abay menanggapi jika konser Arasy Cinta merupakan suatu event yang terkonsep dengan matang.
Hal yang menarik dari konser ini adalah penonton disuguhkan dengan penampilan story telling.
Mengembangkan suatu narasi yang erat kaitannya dengan perjalanan cinta banyak khalayak terutama anak muda.
“Datang ke sini bukan hanya sekadar dengerin nasyid dengan syair-syair yang positif, tapi kita juga ngikutin satu alur cerita yang inspiratif,” tambahnya. (fth/bas)
Editor : Baskoro Septiadi