Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Dochi Pee Wee Gaskins Ceritakan Asal Usul Terbentuknya APWG: dari Kumpulan Fans Tersakiti

Aby Genta Putra Prasetya • Sabtu, 16 Desember 2023 | 02:35 WIB
Dochi Pee Wee Gaskins Ceritakan Sejarah Terbentuknya APWG: Dari Kumpulan Fans Tersakit
Dochi Pee Wee Gaskins Ceritakan Sejarah Terbentuknya APWG: Dari Kumpulan Fans Tersakit

RADARSEMARANG.ID - APWG, atau sering disebut Anti Pee Wee Gaskins. Merupakan fenomena yang terjadi diawal dekade 2000-an.

Di masa ini sedang marak musik emo/pop-punk yang merubah gaya fashion dan ekosistem pada permusikan di Indonesia.

Pee Wee Gaskins, salah satu band yang turut membesarkan kancah pop-punk sekaligus menjadi band yang memiliki haters paling masif se-Indonesia.

Band ini sekarang terdiri dari Dochi Sadega, Sansan (ex Killing Me Inside), Ayi Mahardika, Omo dan Aldy.

Mereka memainkan tipe musik pop-punk yang ceria namun tak jarang menggunakan lirik yang menyedihkan, terinspirasi dari kisah cinta para personil band ini.

Sayangnya, nama Pee Wee Gaskins yang dulu mulai melambung diterpa banyak isu, menyebabkan berdatangan banyaknya haters yang mulai membenci Pee Wee Gaskins.

Baca Juga: Cryptopsy Jadi Band Metal Pertama yang Tampil di Saudi Arabia

Para haters yang disebut APWG ini sering melakukan kericuhan saat konser Pee Wee Gaskins dan menentang berbagai hal yang menyangkut Pee Wee Gaskins.

Satu hal yang unik, disamping memiliki haters yang berjumlah banyak, Pee Wee Gaskins juga memiliki fansbase yang sama militannya, bernama Party Dorks.

Perlakuan APWG mulai tidak bisa ditolerir, makin lama fanatisme APWG mulai menyerang fisik dari para personil Pee Wee Gaskins dan fans band pop-punk asal Jakarta tersebut.

PWG menjadi band yang setiap tampil selalu dilempari hujan sandal, yang terparah Dochi cs pernah dilempari ember saat manggung di suatu tempat di Pulau Bali.

Diwawancara oleh Trax Radio @traxonthesky, " Paling parah dilempar ember, tempe juga pernah. Waktu itu lagi manggung di suatu festival gede, ada suatu band lagi gencar promosiin campaign peduli lingkungan, nah ember yang buat mungutin sampah malah buat nimpukin kita" ujar Dochi.

Dochi bahkan menambahkan bahwa pernah suatu saat, ketika mereka sedang manggung di Salatiga. Pee Wee Gaskins dilempari oleh APWG dengan lumpur.

Entah apa yang menjadikan Pee Wee Gaskins dibenci sedemikian rupa sampai dilempari berbagai benda saat sedang manggung.

Menurut Dochi, founder band ini mengatakan " Mungkin jatuhnya trend sih om, apalagi Pee Wee Gaskins kan memang lahir dari sebuah komunitas yang lebih eksklusif, kayak ga semua orang tau, kalo hashtag ya mungkin yang tau-tau aja. Ketika namanya melambung dan mulai masuk stasiun TV, semua orang ngeklaim bahwa mereka adalah fans PWG" Ujarnya melalui wawancara dari YouTube KHE! Entertainment.

Nah, karena hal tersebut Dochi mengungkapkan bahwa alasan munculnya APWG ( Anti Pee Wee Gaskins) adalah para fans lama yang tidak terima jika band favoritnya sudah tidak eksklusif karena terjun ke hiburan televisi yang dinilai pasaran.

"Disaat menjadi fans sudah tidak keren lagi, mereka (APWG) maju sebagai haters. padahal sama aja mereka tetep interaksi dan lain-lain" Tambah pria berkacamata tersebut. (*/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#haters #Band #fans #Pee Wee Gaskins #Jakarta #dochi sadega