RADARSEMARANG.ID - Dengan sound yang memekakkan telinga, alunan musik yang penuh distorsi juga violence dance yang terkadang berujung kekerasan.
Pasti sudah terbiasa dengan anggapan musik keras didominasi oleh para pria.
Tapi jangan salah dulu, selera adalah pilihan individu masing-masing. Banyak wanita yang akhir-akhir ini terlihat menyukai musik bergenre cadas.
Banyak bertebaran di media sosial tentang bagaimana wanita juga ikut serta menghadiri gigs-gigs musik underground.
Mereka bahkan rela berada di satu tempat yang didominasi para lelaki untuk melihat performance band yang disukai.
Meskipun banyak juga kasus, kebanyakan pelecehan sosial yang mengancam wanita-wanita ini, tapi bukankah menikmati musik adalah hak siapapun tanpa memandang gendernya?.
Dalam sebuah video yang diupload di reels sebuah band bernama @themeltingminds, diperlihatkan wanita juga ikut bersenang-senang di arena moshpit sebuah acara gigs.
Dengan alunan lagu berjudul Posessing the witch, dari band yang sama, mereka tak keberatan bertubrukan satu sama lain dalam memperagakan wall of death.
Wall of death adalah kondisi di mana para penonton membagi menjadi dua sisi dan menyisakan satu ruang di tengah.
Tak lama kemudian orang-orang dari kedua sisi tersebut langsung berlari dan bertubrukan secara brutal ke arah tengah, yang semula kosong.
Para penonton pria juga terlihat kooperatif dan mundur saat teman-teman wanitanya maju untuk menikmati arena moshpit.
Banyak apresiasi dan dukungan dari netizen pada wanita-wanita tersebut.
@riskibintang_e.f berkomentar "pengenn, andai yang cewek dikasih waktu dan tempat kayak gini pasti aku seneng banget. Meskipun cuma satu lagu bisa moshing di moshpit tanpa ketar ketir adalah impianku".
Komentar lain @chandraabudiman mengatakan "Keren!!, harus diperbanyak seperti ini"
Seperti inilah sebuah acara musik seharusnya, Semuanya bersenang-senang, tidak ada yang terluka dan yang penting wanita juga berhak bersenang-senang. (*/bas)
Editor : Baskoro Septiadi