Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Serambi Band Keluar dari Aliran Keras, Bentuk City Pop

Muhammad Hariyanto • Minggu, 8 Oktober 2023 | 18:16 WIB
Enam personel Band Serambi, Kesit Widjanarko (Vocal), Novi Adi Pranolo (Gitar), Dwi Artanto (Keyboard), Albert Steven (Perkusi, Vokal), Fajar Isharyadi (Bass) dan Sharief Yulian (Drum) tampil pentas.
Enam personel Band Serambi, Kesit Widjanarko (Vocal), Novi Adi Pranolo (Gitar), Dwi Artanto (Keyboard), Albert Steven (Perkusi, Vokal), Fajar Isharyadi (Bass) dan Sharief Yulian (Drum) tampil pentas.

RADARSEMARANG.ID - Terinspirasi dari musik di masa muda, Kesit Widjanarko dan Novi Adi Pranolo berani keluar dari stigma musik aliran keras. Keduanya membentuk Band Serambi yang bergenre City Pop.

Jika anda penikmat musik bergenre keras, maka sesekali perlu mendengarkan atau memainkan musik-musik lembut. Mungkin bisa jadi menjadi titik balik sisi lain dari diri anda yang berbeda.

Ya, seperti dilakukan personel Band Serambi. Sebuah grup musik asal Kota Semarang. Band dengan enam personel itu baru saja meluncurkan single dan video klip terbarunya berjudul ‘Yang Sejatinya Pasti Selamanya’.

Enam personel Band Serambi yakni Kesit Widjanarko (Vocal dan Gitar), Novi Adi Pranolo (Gitar), Dwi Artanto (Keyboard), Albert Steven (Perkusi, Vokal), Fajar Isharyadi (Bass) dan Sharief Yulian (Drum). Secara usia, band yang dipentoli Kesit Widjanarko, tahun ini berusia lima tahun sejak dibentuk 2018 silam.

Kesit mengaku, terbentuknya Band Serambi diawali format duo Akustik, antara dirinya dengan Novi Adi Pranolo (gitar). Dimana dirinya mencoba hal baru dengan formatnya sangat dominan pada elemen akustik.

Padahal Kesit dan Novi, selama ini dikenal sebagai musisi musik aliran keras. Kesit di kalangan musisi semarang dikenal sebagai pendiri Band AK//47 sekaligus pegiat musik Grindcore.

Salah satu aliran musik paling keras di dunia hasil dari kombinasi death metal dengan hardcore punk.

Sementara Novi lebih dikenal dengan gitaris band radical corp yang beraliran Thrash Metal. Ia juga dikenal sebagai gitaris band band veteran syndrome yang bergenre Death Metal.  

Sebuah aliran musik paling keras di dunia yang sering digunakan sebagai Soundtrack film horor.

“Jadi musisi dan orang-orang di Semarang  yang mengenal, melihat karakter kami di Band Serambi jelas bertolak belakang dengan background musik yang kami garap selama ini,” kata Kesit.

Di Serambi Band, Kesit dan Novi menggara musik-musik pop kreatif atau sekarang dikenal City Pop. Ide itu berangkat saat Kesit dan Novi tumbuh bersama sejak SMP, SMA hingga kuliah.

Keduanya sering memainkan lagu-lagu pop seperti Chrisye, Ermy Kullit, Guruh Sukarno Putra dan sebagainya.

Nama Serambi lantaran tempat yang keduanya gunakan untuk mencipta lagu pop semasa muda adalah emperan atau serambi rumah.

Sehingga memang, Serambi Band baginya akan membawa ke masa muda yang telah berlalu.

Meski usia para personel Band Serambi tidak lagi muda, para personelnya akan terus mengekspresikan ide-ide baru dan berkembang membuat karya-karya.

Salah satunya telah launching single dan video klip terbaru berjudul 'Yang Sejatinya Pasti Selamanya'. (mha/bud)

Editor : Baskoro Septiadi
#Band #musik #pop