Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Warga Curah Lor Magelang Tolak Box Pedestrian Proyek Tol Jogja-Bawen

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Selasa, 5 September 2023 | 17:08 WIB

Spanduk MMT berisi penolakan pembangunan box pedestrian di lokasi proyek tol Jogja-Bawen seksi 1 di Dusun Curah Lor, Desa Bligo, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang.
Spanduk MMT berisi penolakan pembangunan box pedestrian di lokasi proyek tol Jogja-Bawen seksi 1 di Dusun Curah Lor, Desa Bligo, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang.
 

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Proyek tol Jogja-Bawen berdampak pada akses masuk warga Dusun Curah Lor, Desa Bligo, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang.

Rencananya akses menuju dusun ini akan dibuatkan jalur box pedestrian. Namun warga setempat menolak, dan minta diganti dengan box underpas (jalur underpas).

Hal itu memicu aksi warga dengan memasang spanduk MMT bertuliskan tuntutan di lokasi proyek.

Pantauan Jawa Pos Radar Magelang, Senin (4/9), spanduk tersebut dipasang di lokasi sekitar proyek tol Jogja-Bawen seksi I.

Bertuliskan Warga Tolak Box Pedestrian dan Njaluk Box Underpass Bukan yang Lain. Ekonomi Lagi Sulit, Jalan Jangan Dibuat Sempit.

Warga menilai box pedestrian hanya untuk jalan setapak yang tidak bisa dilewati kendaraan bermotor.

Perwakilan warga Dusun Curah Lor, Desa Bligo, Santi Puji Utami, mengatakan, jalan masuk menuju dusunnya ada tiga titik yang terpotong oleh tol Jogja -Bawen. Dan itu akan dibangun box pedestrian. Bahkan, kini salah satunya sudah jadi.

Box pedestrian itu merupakan jembatan yang dibangun melintang di atas jalan tol. Yang dikeluhkan warga, ukurannya sangat kecil,”keluhnya.

Ia mengaku, jalan masuk dusun tersebut sebelumnya banyak dilewati truk besar. Kalau tetap dibangun box pedestrian, truk tidak bisa masuk.

“Permintaan warga, salah satu box pedestrian itu dibangun box underpass. Karena ukuran box underpass lebih besar dari box pedestrian,” katanya.

Alasannya, di kampung itu ada persawahan, pemukiman warga, juga kandang ayam. Selama ini, sering dilewati truk pengangkut pakan ternak.

Terkait hal itu, warga sudah berkirim surat ke Pemerintah Desa Bligo. Pihak desa juga sudah membuat surat ke PT Jasa Marga.

Selang dua minggu, ada jawaban dari Jasa Marga yang akan tetap membangun box pedestrian sesuai persetujuan Pemkab Magelang.

Ditegaskan, seandainya tetap dibangun tiga box pedestrian, warga akan melakukan aksi. Kapan waktunya, menunggu perkembangan lebih lanjut.

“Yang pasti kami mendukung proyek pembangunan ini, namun kami juga meminta kepada pelaksana proyek untuk membantu kami,” harapnya.

Kepala Desa Bligo Sukiyanto mengatakan, warganya tidak menolak proyek tol Jogja-Bawen. Tapi, hanya meminta untuk menambah luas akses jalan menuju Dusun Curah Lor.

“Untuk tingginya yang diharapkan 4,7meter dan lebarnya 4,5 meter. Kalau semula hanya lebar 2,5 meterdan tingginya standar,” terangnya.

Dikatakan, jalur tersebut sebenarnya merupakan salah satu akses perekonomian warga. Berdasarkan keterangan dari dinas, status jalan tersebut merupakan jalan usaha tani. Namun dari desa, jalan tersebut merupakan jalan desa yang menghubungkan antardusun.

“Jika ini lebarnya hanya 2,5 meter, nantinya Dusun Curah Lor akan terisolir transportasinya. Yang pasti, ini bukan menolak, tapi memohon untuk dibikin lebar,” harapnya. (rfk/aro)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#tol Jogja-Bawen #Magelang #Box Pedestrian