RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Dari sekian banyak penerima uang ganti rugi (UGR) proyek pembangunan tol Jogja-Bawen di Desa Keji, Muntilan, Senin (4/9), Tugito mendapat paling sedikit.
Dia memperoleh Rp 3.949.092, dengan bidang tanah yang terdampak hanya satu meter persegi.
Saat diwawancarai wartawan, Tugito mengaku tetap bersyukur atas rezeki yang diberikan ini. Menurutnya, UGR yang diberikan, nilainya beberapa kali lipat daripada harga tanah di desanya.
Umumnya, harga tanah di desanya sekitar Rp 600 ribu sampai Rp 750 ribu per meter persegi.
“Saya punya warung kelontong. Luasnya 52 meter persegi, tapi yang kena (pembangunan tol Jogja-Bawen) justru di luar bangunan warung itu. (Hanya) satu meter persegi,” ujarnya.
Tugito bersyukur, meski hanya terdampak satu meter persegi, namun pemerintah membayarnya sekitar enam kali lipat dari harga awal. Dia juga mendukung penuh proyek pembangunan tol Jogja-Bawen tersebut.
“Kemungkinan (UGR saya) paling kecil satu desa. Tapi, kalau dihitung-hitung, ya (pemerintah bayarnya) mahal karena tanah di desa saya itu biasanya Rp 600 ribu-Rp 750 ribu per meter persegi,” ucapnya,
Sementara itu, Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Magelang A Yani menyampaikan, hingga saat ini pembayaran UGR seksi dua sudah hampir 71 persen. Ada 20 bidang tanah yang disetujui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).
“Total yang dibayarkan yakni Rp 29,9 miliar dengan luas 0,7 hektare. Para ahli waris juga berkumpul untuk menerima UGR,” ujarnya. (rfk/mg22/ton)
Editor : Baskoro Septiadi