Camat Secang Khoirul Anwar mengatakan, sembilan desa terdampak proyek tol itu, yakni Desa Karangkajen, Candisari, Donorejo, Pucang, Madusari, Candiretno, Jambewangi, Pancuranmas, dan Payaman.
“Setelah ada pengumuman penetapan daftar desa-desa yang terkena jalan tol dari panitia tingkat provinsi, hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya lagi,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (7/6).
Saat ini, pihaknya masih menunggu, karena pengerjaan jalan tol dilakukan dari selatan dan utara. Untuk wilayah Kabupaten Magelang dimulai di wilayah Kecamatan Ngluwar (seksi satu).
“Jadi kita masih menunggu. Namun untuk jadwal yang kita dengar kalau nggak pertengahan tahun, mungkin akhir tahun,” katanya.
Dikatakan Khoirul Anwar, warga Secang berharap nantinya untuk harga ganti rugi lahan yang ditawarkan bisa menguntungkan.
“Untuk harga pasaran tanah di Secang kisaran Rp 700 ribu per meter persegi. Itu tidak di pinggir jalan. Kalau di pinggir jalan, bisa sampai jutaan rupiah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, di Kecamatan Secang lahan yang terkena rata-rata adalah tanah persawahan, kebun, dan ada juga permukiman warga. Untuk permukiman, ada satu dusun yang terdampak proyek tol, yakni di Desa Karangkajen.
Bahkan kantor desanya juga terdampak. “Ada juga di Desa Candisari, namun paling banyak tetap di Desa Karangkajen,” ujarnya. (rfk/aro)
9 Desa Terdampak Tol Jogja-Bawen
Desa Karangkajen
Desa Candisari
Desa Donorejo
Desa Pucang
Desa Madusari
Desa Candiretno
Desa Jambewangi
Desa Pancuranmas
Desa Payaman
Sumber: Camat Secang Editor : Agus AP