Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Kerusuhan Tidak Muncul Tiba-Tiba

Agus AP • Senin, 14 November 2022 | 17:25 WIB
Bawaslu Kabupaten Semarang menggelar konferensi daring dengan perangkat desa hingga panwascam Senin (22/6/2020). (Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang)
Bawaslu Kabupaten Semarang menggelar konferensi daring dengan perangkat desa hingga panwascam Senin (22/6/2020). (Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID, Magelang - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Magelang menggelar Konsolidasi Pengawasan Tahapan Pemilu dan Pengawas Adhoc. Hal itu menjadi langkah preventif untuk mengantisipasi sejak dini timbulnya konflik yang muncul saat bergulirnya proses pemilu.

Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang Habib Saleh mengungkapkan, konsolidasi itu menyasar 63 Panwascam. Mereka dibekali keterampilan analisa sosial dan indeks kerawanan pemilu (IKP).

"Kita ingin langkahnya seragam, satu pemahaman dan pengetahuan yang sama. Sehingga satu frekuensi," katanya dalam Konsolidasi Pengawasan Tahapan Pemilu dan Pengawas Adhoc di Hotel Atria Sabtu (12/11).

Ia mengungkapkan, SDM yang dimiliki saat ini belum merata. Banyak anggota yang saat tes mendapatkan nilai tinggi namun ketika turun ke verifikasi faktual masih belum memahami betul.

Penyamaan persepsi sejak dini dilakukan mengingat latar belakang panitia pengawas beragam. Baik dari pendidikan, ormas, dan asal daerah yang berbeda. Apalagi lebih dari 50 persen pengawas adalah anggota baru. "Semua harus paham mengenai verifikasi faktual. Jangan sampai terjun ke lapangan tanpa ilmu," tandasnya.

Selain itu potret kerawanan juga dapat bercermin dari Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Dalam pemilu, kata Habib, tidak ada kerusuhan tiba-tiba. Masalah muncul karena adanya proses. "Ketika ada problem di satu pemilu maka akan berpotensi muncul lagi. Misal ada kekerasan terhadap penyelenggara pemilu," ujarnya. (mia/ton) Editor : Agus AP
#Bawaslu Kabupaten Magelang #Kabupaten Magelang #konflik pemilu