Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Hadapi Inflasi dengan Produksi Sendiri

Agus AP • Selasa, 25 Oktober 2022 | 15:55 WIB
Sekda Kabupaten Magelang Adi Waryanto bersama OPD terkait dalam rakor pengendalian inflasi di daerah, kemarin (24/10). (Istimewa)
Sekda Kabupaten Magelang Adi Waryanto bersama OPD terkait dalam rakor pengendalian inflasi di daerah, kemarin (24/10). (Istimewa)
RADARSEMARANG.ID, Mungkid - Tingkat inflasi di Kabupaten Magelang dinilai terkendali. Meski begitu, pemerintah mengimbau untuk meningkatkan produksi pertanian. Hal itu sesuai dengan karakteristik Kabupaten Magelang yang notabene sektor pertanian.

Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang Adi Waryanto mengungkapkan, terkendalinya inflasi tidak lepas dari alokasi dana BTT (belanja tidak terduga) untuk bansos atas dampak kenaikan BBM. Sementara, secara nasional angka inflasi di Indonesia saat ini berada di angka 5,59.

"Dengan dana itu kita bisa memberikan kontribusi agar inflasi di Kabupaten Magelang terkendali," kata Adi Waryanto usai rakor pengendalian inflasi di daerah secara virtual di Ruang Command Center Setda Kabupaten Magelang, Senin (24/10).

Ia menjelaskan, inflasi di Jawa Tengah tidak semua kota dan kabupaten dihitung oleh BPS. Hanya ada enam daerah yaitu Cilacap, Purwokerto, Kudus, Kota Surakarta, Kota Semarang, dan Kota Tegal. "Kita bisa berkiblat ke Purwokerto yang karakteristik perekonomiannya hampir sama," terangnya.

Adi menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Magelang untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Baik itu pangan ataupun komoditas lain dengan skala besar maupun kecil. "Manfaatkan lahan terbatas untuk hidroponik, polibag. Sehingga bisa memproduksi sendiri seperti menanam cabai dan lainnya" tandasnya. (mia/lis) Editor : Agus AP
#Inflasi #belanja tidak terduga #Kabupaten Magelang