Tradisi ini dilaksanakan di tengah kampung kediaman Kepala Dusun Pendem Muh Sholihin. Sebelumnya, diadakan malam tirakatan. Dilanjutkan selamatan dan kenduri. Setiap keluarga membawa satu ekor ayam yang sudah dimasak. Dilengkapi dengan buah-buahan.
"Tradisi tahunan ini akan terus kita lestarikan. Karena sarat dengan melekatnya hubungan sosial antarwarga," katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang, Rabu (14/9).
Menurutnya, ingkung dalam tradisi merti dusun ini saling mengayomi. Ayam ingkung juga disajikan secara utuh dan tersungkur. "Posisi ini bermakna di hadapan Sang Pencipta manusia harus menunduk atau merendah," terangnya.
Sementara salah satu warga Dusun Pendem, Daudi mengatakan tradisi yang sudah dilaksanakan secara turun temurun ini juga dalam rangka menyatukan warga. Selain itu upaya untuk menjaga kenyamanan lingkungan Gunung Andong. "Sejak Gunung Andong ramai dan ada aktivitas pendakian, ekonomi masyarakat juga tumbuh. Baik dari UMKM, makanan khas, dan lainnya," ujarnya. (mia/lis) Editor : Agus AP