Masjid tersebut dibangun di atas tanah wakaf Hendro Laksono. Tempat ibadah baru itu sangat representatif. Fasad bangunan bernuansa modern. Warna abu-abu, krem, dan garis oranye memberikan kesan kalem dan estetis.
Berdirinya masjid baru, kata Zaenal, rasa tulus dan ikhlas terpancar dari sanubari masyarakat dan para siswa. Cahaya Islam, nilai persatuan dan kesatuan, serta persaudaraan senantiasa melekat. “Bersama semangat hari lahirnya Pancasila yang baru saja diperingati 1 Juni lalu,” katanya saat memberikan sambutan Senin (6/6).
Zaenal juga mengajak untuk selalu memakmurkan masjid. Selain itu mendorong menjadikannya sebagai pusat kebudayaan dan pengetahuan kajian Islam. Sehingga nilai religiusitas dapat melekat pada siswa dan masyarakat sekitar. “Jangan hanya mendirikan saja, tanggung jawab besar adalah bagaimana memakmurkan masjid,” ucapnya.
Kepala SDN Bandongan 3 Rokayah mengungkapkan, berdirinya masjid Al-Firdaus karena kerjasama sejumlah pihak. “Alhamdulillah pembangunan yang menelan dana Rp 738.500.000 itu semuanya lunas tanpa ada utang,” jelas Rokayah. (mia/ton) Editor : Agus AP