Baju kena bayclin dan berubah warna itu terjadi pada tahun 2017. Saat itu juga, Wusriyanto langsung mencoba teknik melukis batik menggunakan bayclin pada kain. Memiliki basic seorang seniman, Wusriyanto dengan mudah menghasilkan seni batik pada sebuah kain.
“Menurut saya batik tulis klasik itu lebih rumit dan butuh ketelitian. Namun, dengan gaya membatik menggunakan bayclin atau saya sebut batik bleaching ini lebih cepat dan mudah,” jelas Wusriyanto yang juga merupakan guru di SMP Negeri 1 Salaman, Kabupaten Magelang.
Saat ditemui wartawan koran ini, Wusriyanto tampak sedang melukis di sebuah baju warna hitam menggunakan sebuah kuas. Uniknya, bahan yang digunakan melukis adalah sebuah cairan bayclin. Melalui bayclin ini, Wusriyanto berhasil menghasilkan lukisan kepala singa yang detail pada baju warna hitam tersebut.
“Kalau melukis pada baju ini dengan desain singa seperti ini, biasanya dua jam hingga tiga jam bisa selesai,” ujarnya.
Ia mengaku melukis menggunakan cairan pemutih kain ini tidak membutuhkan biaya yang banyak. Hanya dengan satu botol bayclin yang harganya sekitar Rp 13.000, bisa menghasilkan empat gambar dengan ukuran 40×50 sentimeter.
Melalui bleaching ini, selain menyalurkan hobi melukis, juga menjadi pekerjaan sampingan Wusriyanto. Biasanya dulu sebelum pandemi Covid-19, sering menerima pesanan baju satu atau dua. Kadang juga pernah menerima 20 pesanan baju. “Biasanya satu baju dengan teknik bleaching ini, saya beri harga Rp 200 ribu. Harga ini saya sesuaikan dengan kerumitan desain. Karena yang saya jual ini hasil seninya,” jelas Wusriyanto.
Wusriyanto mengatakan teknik bleaching ini hanya bisa digunakan pada kain yang berwarna gelap, seperti hitam atau biru tua. Hal ini untuk memunculkan warna, hasil dari goresan menggunakan bayclin. Selain itu, untuk baju atau kain jika menginginkan hasil yang bagus, biasanya menggunakan kaos berbahan katun, baik kombet atau kadet. “Hal ini untuk menghasilkan warna yang memuaskan,” ujarnya.
Selain pada kaos, Wusriyanto juga membuat berbagai lukisan menggunakan teknik bleaching pada tas, taplak meja, baju muslim, dan hem. Biasanya pemesan hasil bleaching ini rata-rata dari Magelang, seperti komunitas Jatilan. Dari luar Magelang juga ada, seperti Semarang. “Ini hanya menjadi sampingan dan hobi, serta menyalurkan kreativitas saja mas,” ucapnya.
“Untuk rencana ke depan saya masih belum memikirkan. Yang jelas untuk saat ini hanya saya jual melalui online saja,” imbuhnya.
Dia menjelaskan, untuk teknik bleaching ini langkah pertama yang perlu dilakukan untuk melukis menggunakan cairan pemutih kain yakni menyiapkan media yang mau dilukis, contohnya kaos.
Lanjut Wusriyanto, pertama, pilihlah kaos yang berwarna gelap agar nanti warnanya bisa muncul. Kedua, buatlah sketsa gambar yang mau dilukis di kaos tersebut. ”Setelah itu mulai melukis. Untuk melukisnya sendiri, bisa menggunakan spidol. Pertama, spidol dicelupkan ke bayclin agar warnanya luntur, baru diaplikasikan ke media lukis,” imbuhnya. (rfk/ida) Editor : Agus AP