Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Situs-Situs Bersejarah Tarik Wisatawan

Agus AP • Kamis, 7 April 2022 | 17:49 WIB
Situs Plandi di Desa Pasuruhan, Kecamatan Borobudur. Situs ini dalam penataan untuk menarik wisatawan. (RIRI RAHAYU/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Situs Plandi di Desa Pasuruhan, Kecamatan Borobudur. Situs ini dalam penataan untuk menarik wisatawan. (RIRI RAHAYU/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Mungkid - Kabupaten Magelang memiliki banyak situs peninggalan sejarah. Salah satu yang paling terkenal Candi Borobudur. Namun selain Borobudur, situs-situs lainnya juga ditemukan menyebar.

Pamong Budaya Ahli Madya Balai Konservasi Borobudur (BKB) Yudi Suhartono mengatakan, berdasarkan Pemendikbud No. 286 Tahun 2014 tentang Satuan Geografis Borobudur sebagai Cagar Budaya Tingkat Nasional, ada 10 situs peninggalan. Ada Situs Samperan, Situs Brongsongan, Situs Dipan, Situs Plandi.

Teranyar yang ditemukan akhir 2020 hingga Maret 2021, yakni Situs Sendang di dekat Candi Pawon.  Situs Sendang ini diduga merupakan pemukiman bangunan kuno atau vihara. Situs-situs tersebut dikelola BKB.

Salah satunya Situs Plandi di Desa Pasuruhan, Kecamatan Mertoyudan, yang sedang dalam masa penataan. BKB membangun akses jalan menuju situs yang terletak di tengah sawah itu. Termasuk memberi pagar dan memberi papan informasi.

Situs-situs ini nantinya diharapkan bisa menciptakan penyebaran pengunjung di kawasan Borobudur. Sekaligus bisa menjadi magnet wisata. Sehingga bisa berdampak pada perekonomian masyarakat. Lebih-lebih dengan penetapan Candi Borobudur sebagai destinasi superprioritas.

“Jadi pengunjung tidak numplek ke Borobudur. Orang (pengunjung, Red) jadi punya banyak pilihan,” ujar Yudi ketika ditemui di lobi BKB, Selasa (5/4) kemarin.

Dukungan masyarakat pun dirasa berpengaruh untuk kelancaran pengembangan situs tersebut. Sementara ini, masyarakat juga dilibatkan dengan pengadaan kerja bakti di area situs oleh BKB. Namun untuk pemeliharaan, saat ini masih ditangani BKB.

“Sampai saat ini riset dan kajian terus dilakukan terkait konservasi. Kajian tersebut akan terus dilakukan secara berkelanjutan,” beber Yudi. (mg2/rhy/lis) Editor : Agus AP
#Kabupaten Magelang #Candi Borobudur