Listyo tiba di Pasar Muntilan pukul 14.30 dengan pengawalan ketat. Pria kelahiran Ambon ini berkeliling ke beberapa lapak yang menjual minyak goreng curah. Ia juga berdialog dengan perwakilan distributor minyak goreng di Muntilan dan sekitarnya.
"Dari pedagang menyatakan dalam beberapa waktu lalu barang (minyak goreng curah, Red) memang langka. Namun dalam dua, tiga hari ini barang mulai masuk. Kemudian saya tanyakan harganya, dijual Rp 15.500," ujar Listyo kepada awak media.
Kata dia, dari pantauannya di Pasar Muntilan harga minyak goreng dijual sesuai harga eceran tertinggi dari pemerintah. Ia meminta kepada pedagang maupun distributor untuk melapor ke polisi, jika terjadi kendala terkait pasokan barang.
Berdasarkan laporan pemerintah pusat, sudah ada sekitar 65 produsen yang menandatangani kontrak. Untuk segera memproduksi dan mendistribusikan minyak goreng.
Selain minyak goreng, pihaknya juga akan mengawasi sembako lainnya bersama kementerian terkait. Mengingat sudah mendekati Lebaran. "Jangan sampai ada penyalahgunaan apalagi mencari untung dengan tindakan yang tidak dibenarkan," pungkas Listiyo.
Di Kabupaten Magelang, terdapat tiga distributor minyak goreng curah. Ketiganya tersebar di wilayah Muntilan. Elizabeth Septiana, pegawai toko 15, sebagai salah distributor mengatakan, saat ini harga minyak goreng di distributor Rp 15.250 per kg. Mengalami penurunan dari harga semula Rp 15.500/kg.
"Mengalami penurunan karena kami dapat dari suppliers lebih murah. Dari sana Rp 14.400 kami jual Rp 15.250," ujarnya.
Ditambahkan Elizabeth sudah sekitar dua minggu ini pasokan minyak goreng curah mulai lancar. Dalam seminggu mereka mendapat dua kali pasokan dengan jumlah 36 ton. Toko 15 mendapat pasokan dari Cv Sentosa, Sragen. Sebanyak 36 ton minyak tersebut biasanya langsung habis diserbu pembeli dalam dua hari. (man/lis) Editor : Agus AP