“Tapi prasasti yang ditandatangani Pak Jokowi belum sampai ke kami,” ujar Kaur Kesra Desa Dukun Yantyo kepada Jawa Pos Radar Magelang, Selasa (21/12).
Area Embung Dukun luasnya 9.740 meter persegi dengan luas genangan 5.788 meter persegi. Sementara volume tampungan airnya 16.395 meter kubik dan kedalaman muka air normalnya 3,2 meter. Embung ini dibangun untuk difungsikan sebagai irigasi. Sasarannya sawah seluas 21,4 ha. Selain itu juga diproyeksikan untuk pariwisata.
Oleh karena masih baru, embung ini belum memiliki banyak fasilitas. Hanya ada beberapa karung di sejumlah titik yang difungsikan sebagai tempat sampah. Sementara toilet masih nihil. Ke depan, berbagai pengembangan akan dilakukan. Mulai dari pembuatan taman, lahan parkir, toilet, rumah jaga, hingga jogging track.
“Pengunjung belum kami kelola karena kami sadar fasilitas juga belum ada,” ujar Yantyo. “Untuk pengembangan, nanti juga ada dari dana desa,” imbuhnya.
Dengan adanya Embung Dukun, Yantyo berharap tidak ada masalah kekurangan air saat musim kemarau. “Biasanya ada yang kekeringan. Nggak terlalu, tapi berebut air,” kata Yantyo. “Selain itu juga ada pengembangan pariwisata, sehingga ada tambahan pemasukan,” harapnya.
Meskipun belum dibuka resmi untuk pariwisata, Embung Dukun sudah banyak dikunjungi. Ketika koran ini datang, Selasa (21/12) sekitar pukul 11.00, sejumlah orang tampak menikmati pemandangan. Ada juga yang berfoto ria. Vera, salah satu pengunjung, mengaku sengaja datang dari Muntilan. Kemarin juga bukan pengalaman pertamanya.
“Ingin jalan-jalan saja sambil foto,” kata Vera. “Biasanya ramai kalau sore,Mbak,” pungkasnya. (rhy/lis) Editor : Agus AP