RADARSEMARANG.ID, MUNGKID — Konflik pabrik PT Sido Agung Farm dengan sekelompok warga memuncak kemarin malam (18/12). Sekelompok orang melakukan penyerangan di pabrik dan melukai salah satu petugas keamanan.
Direktur PT Sido Agung Asrof Nawawi mengatakan aksi penyerangan dilakukan sekitar 20 orang. Mereka tiba tiba menggedor pintu dan mendesak masuk pabrik sekitar pukul 21.00.
Saat itu, pihaknya sedang mempersiapkan aksi unjuk rasa penutupan pabrik oleh Bupati Magelang kemarin. “Tiba tiba datang merusak CCTV kemudian melempari telur,”kata dia.
Seorang petugas dikeroyok oleh sekelompok massa tersebut. Dia dikeroyok hingga mengalami luka di bagian kepala. Ketua DPRD Kabupaten Magelang Saryan Adiyanto menyampaikan keprihatihan atas insiden teror pelemparan telur oleh sekelompok orang ke pabrik PT Sido Agung Farm. Seorang sekuriti dikabarkan menjadi korban pengeroyokan hingga harus dilarikan ke rumah sakit dan menjalani opname.
Dalam catatan pembuka sebelum audiensi bersama perwakilan Sido Agung Farm dimulai, Saryan mengucapkan rasa prihatin yang mendalam terkait teror, semalam. Ia menilai, peristiwa tersebut menjadi preseden yang tidak baik bagi usaha di Kabupaten Magelang. ”Karena setiap orang yang ingin investasi kalau selamanya seperti itu maka Magelang akan jalan di tempat,” kata dia di ruang rapat DPRD Kabupaten Magelang Kamis (19/12) siang.
Tutur Saryan, bila terdapat pihak yang merasa keberatan itu merupakan hak individu. Namun menurutnya harus sesuai dengan koridor atau batasan yang masih bisa ditoleransi. Tindakan teror tersebut menurutnya menjadi preseden buruk bagi pemerintahan di Kabupaten Magelang terhadap jaminan para investor yang ingin menanamkan kepercayaan.
Informasinya, aksi teror ternyata bukan kali pertama terjadi. Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, pabrik pakan ayam yang berada di Tempuran itu pernah diteror bom molotov hingga penjebolan tembok pabrik. Sementara itu, aksi unjuk rasa PT Sidoagung Farm yang dimediasi oleh Ketua DPRD Kabupaten Magelang berjalan lancar. DPRD mendesak Pemkab Magelang segera menyelesaikan masalah itu.
Wakapolres Magelang Kompol Eko Mardiyanto membenarkan kejadian tersebut. Pelapor sudah memberikan laporan ke Polres Magelang. "Sudah ada laporan nanti kita dalami," katanya. (vie/lis) Editor : Agus AP