RADARSEMARANG.ID - Salah satu deretan motor legendaris di tanah air yang paling dahulu disebut orang adalah Yamaha RX-King Cobra.
Bisa dibilang Yamaha RX King Cobra sebagai salah satu motor 2-tak paling legendaris dan lopuler di Indonesia.
Dikalangan pecinta otomotif dan masyarakat Yamaha RX King Cobra dijuluki sebagai motor Raja Jalanan, itulah yang membuat namanya tetap dikenang, meski sudah tak diproduksi.
Baca Juga: Deru RX-King dan Lautan Kingers, Jamda V YRKI Yogyakarta Jadi Ajang Silaturahmi Akbar
Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa perjalanan menuju lahirnya RX-King Cobra ternyata cukup panjang.
Sebelum motor tersebut muncul pada 1983, Yamaha sudah lebih dahulu menghadirkan sejumlah model RX, mulai dari RX125 Twin, RX100, RX125 Engkel hingga RX-K 135.
Deretan motor tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Yamaha membangun reputasi di pasar motor 2-tak Indonesia.
Lantas, bagaimana perjalanan keluarga Yamaha RX hingga akhirnya melahirkan RX-King Cobra?
1. Yamaha RX125 Twin, Salah Satu Model Awal Keluarga RX
Perjalanan Yamaha RX Series di Indonesia memiliki cerita yang menarik. Salah satu model paling awal yang hadir adalah Yamaha RX125 Twin.
Motor ini diperkirakan mulai masuk pasar Indonesia sekitar 1976. Berbeda dari RX125 Engkel yang hadir kemudian, versi Twin menggunakan mesin dua silinder dengan kapasitas sekitar 125 cc.
Konfigurasi dua silinder menjadi salah satu keunikan motor tersebut pada zamannya.
Berdasarkan catatan sejarah otomotif, RX125 Twin memiliki tenaga sekitar 16 hp pada 8.500 rpm dan menggunakan transmisi lima percepatan.
Namun, konstruksi mesin dua silinder membutuhkan perhatian perawatan tersendiri. Hal ini ikut membuat populasinya kini relatif sulit ditemukan dibandingkan beberapa model RX lainnya.
Baca Juga: Beda Generasi! Yamaha L2 Super dan RX-King Punya Karakter Mesin Berbeda
2. Yamaha RX100, Motor 2-Tak yang Memperkuat Nama RX
Pada 1977, Yamaha kembali menghadirkan model RX100 di Indonesia.
Motor bermesin 100 cc ini memiliki karakter berbeda dibandingkan RX125 Twin. Kapasitas mesinnya lebih kecil, tetapi menawarkan konstruksi yang lebih sederhana.
RX100 menggunakan mesin satu silinder dua langkah dengan karakter tenaga khas motor 2-tak.
Kehadirannya ikut memperkenalkan nama RX kepada lebih banyak konsumen Indonesia.
Desainnya masih mencerminkan gaya motor batangan klasik pada era 1970-an. Bentuk tangki, lampu depan, dan joknya menjadi ciri khas motor sport Yamaha pada periode tersebut.
3. Yamaha RX125 Engkel, Mesin Satu Silinder yang Lebih Sederhana
Dua tahun setelah RX100 hadir, Yamaha memperkenalkan RX125 Engkel sekitar 1979.
Berbeda dari RX125 Twin, model ini menggunakan mesin satu silinder berkapasitas sekitar 123 cc.
Tenaganya disebut mencapai sekitar 13 dk, dengan transmisi manual empat percepatan.
Kehadiran RX125 Engkel menjadi salah satu langkah Yamaha menawarkan motor 2-tak berkapasitas lebih besar dengan konfigurasi mesin yang lebih sederhana dibandingkan versi dua silinder.
Model ini juga dikenal memiliki karakter suara mesin dan knalpot khas motor 2-tak Yamaha generasi lama.
RX125 Engkel menjadi salah satu model penting dalam perkembangan keluarga RX sebelum Yamaha memperkenalkan varian bermesin 135 cc.
4. Yamaha RX-K 135, Awal Perjalanan Menuju RX-King
Memasuki 1980, Yamaha menghadirkan RX-K dengan kapasitas mesin sekitar 135 cc.
Model ini menjadi salah satu bagian terpenting dalam sejarah kelahiran RX-King.
RX-K 135 yang masuk ke Indonesia berstatus Completely Built Up (CBU) atau diimpor secara utuh dari Jepang.
Dibandingkan beberapa model RX sebelumnya, kapasitas mesinnya lebih besar. Tenaganya disebut mencapai sekitar 17,5 dk.
Salah satu ciri khas RX-K adalah penggunaan kedok lampu depan yang memberikan tampilan lebih sporty.
Meskipun masa pemasarannya relatif singkat, RX-K memiliki posisi penting karena menjadi salah satu pendahulu langsung RX-King.
5. Yamaha RX-S dan RX-Special Ikut Meramaikan Keluarga RX
Selain RX-K, Yamaha juga menghadirkan model RX-S sekitar 1981.
Motor ini menggunakan mesin 115 cc dua langkah dan memiliki desain yang masih memiliki kemiripan dengan RX-K.
Kemudian hadir RX-Special yang menjadi salah satu model penting dalam perkembangan motor sport Yamaha di Indonesia.
RX-Special menggunakan mesin 115 cc dan memiliki karakter yang berbeda dari RX-K 135.
Kehadiran model-model tersebut menunjukkan bahwa Yamaha tidak hanya mengandalkan satu jenis motor 2-tak, tetapi mencoba menghadirkan beberapa pilihan sesuai kebutuhan konsumen.
Perkembangan inilah yang menjadi bagian dari perjalanan panjang keluarga RX sebelum RX-King semakin dikenal masyarakat.
6. Yamaha RX-King Cobra Lahir pada 1983
Puncak perkembangan awal keluarga RX hadir ketika Yamaha memperkenalkan RX-King pada 1983.
Generasi pertamanya kemudian dikenal dengan sebutan RX-King Cobra.
Motor ini hadir dengan mesin 135 cc dua langkah yang memiliki karakter tenaga agresif.
Pada generasi awal, RX-King Cobra masih didatangkan dari Jepang secara utuh.
Dari segi tampilan, motor ini memiliki beberapa ciri khas, seperti desain tangki yang terlihat kekar, lampu depan bulat, serta detail komponen yang berbeda dari generasi RX sebelumnya.
Julukan Cobra melekat pada generasi pertama RX-King karena bentuk tangki dan kesan desainnya yang dianggap menyerupai ular kobra.
RX-King kemudian semakin dikenal karena karakter akselerasinya, suara mesin yang khas, dan kemampuannya melaju cepat.
Popularitasnya terus berkembang hingga menjadikannya salah satu ikon motor 2-tak di Indonesia.
7. Mengapa RX-King Bisa Lebih Melegenda?
Ada beberapa faktor yang membuat RX-King memiliki popularitas lebih besar dibandingkan pendahulunya.
Pertama, kapasitas mesin 135 cc memberikan karakter performa yang menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar motor 2-tak.
Kedua, perjalanan produksinya jauh lebih panjang dibandingkan sejumlah model RX generasi sebelumnya.
Ketiga, RX-King mengalami beberapa perkembangan generasi, mulai dari Cobra, Master hingga New RX-King.
Selain itu, keberadaan komunitas dan penggemar yang tersebar di berbagai daerah ikut menjaga popularitas motor ini.
Berbeda dengan RX125 dan sejumlah model RX terdahulu yang kini semakin jarang terlihat, RX-King masih memiliki identitas kuat di kalangan pencinta otomotif klasik.
8. Jejak Sejarah Yamaha RX Series yang Tidak Terlupakan
Perjalanan dari RX125 hingga RX-King Cobra menunjukkan bahwa sebuah motor legendaris tidak lahir begitu saja.
Yamaha melalui sejumlah model RX mencoba membangun karakter motor 2-tak yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia.
Mulai dari RX125 Twin, RX100, RX125 Engkel, RX-K 135 hingga RX-Special, semuanya memiliki cerita tersendiri.
Meskipun RX-King akhirnya menjadi model paling terkenal, keberadaan motor-motor pendahulunya tetap menjadi bagian penting dalam sejarah otomotif nasional.
Bagi penggemar motor lawas, mengenal RX125 dan model RX lainnya sama menariknya dengan mengenang kejayaan RX-King.
Sebab, sebelum menyandang julukan Raja Jalanan, Yamaha telah melewati perjalanan panjang dalam membangun keluarga motor 2-tak tersebut. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi