RADARSEMARANG.ID - Apa yang ada dipikiran saat tercetus kata 'klub motor'? dengan berbagai gambaran umum dari media serta film populer.
Klub motor selalu kita asosiasikan dengan sekumpulan pria atau wanita yang menyukai sepeda motor dan berkumpul untuk tujuan yang sama.
Terkadang para klub motor ini kental dengan image garang, kasar dan tak jarang melakukan kerap melakukan kejahatan di jalanan.
Dengan berbagai polemik serta hal-hal negatif yang selalu disematkan. Tak memungkiri bahwa subkultur otomotif ini juga merupakan hasil dari perubahan sosial.
Perubahan ini tercipta dari kebebasan yang berawal dari semangat para veteran-veteran muda pasca terjadinya Perang Dunia II.
Sejarah Perkembangan Klub Motor
Awalnya, skena klub motor lahir dari negara Amerika Serikat setelah terjadi perang dunia kedua. Disebutkan bahwa sebagai ' pemenang perang' para tentara Amerika kala itu pulang dengan uang tunjangan yang cukup besar.
Para veteran, kebanyakan merupakan veteran muda yang selamat dari mimpi buruk mematikan yang baru saja mereka lewati kemudian kembali ke kota-kota asal mereka.
Karena banyaknya veteran muda ini yang tidak menemukan pekerjaan tetap setelah perang usai, mereka mulai saling mengunjungi satu sama lain dan berkumpul kembali.
Dengan kondisi menganggur namun tetap memiliki uang tunjangan yang cukup besar, ditambah banyaknya properti bekas perang berupa motor Harley Davidson WLA yang mudah mereka dapatkan.
Para mantan tentara muda ini berkendara bersamaan dari negara bagian ke negara bagian lain untuk saling bertemu dan bersua sesama veteran.
Sebenarnya, sudah ada asosiasi yang menaungi para bikers yang tersebar di seluruh Amerika dengan nama American Motorcycles Association (AMA) dengan jumlah anggota hingga 200.000 dari berbagai klub motor yang ada.
Baca Juga: Berikut Rekomendasi Jenis-Jenis Motor Custom yang Cocok Sama Kepribadian Kamu
AMA dinilai menjadi salah satu penyebab berkembangnya berbagai nama klub motor besar yang masih eksis hingga saat ini lewat peristiwa Kerusuhan Hollister.
Hollister Riot, adalah sebuah pertemuan besar antar klub motor yang pada saat itu berada di bawah naungan AMA.
Namun karena berbagai tindakan amoral yang dilakukan oleh beberapa pihak menyebabkan kerusuhan besar yang membuat Kota Hollister menjadi kacau balau.
Para perusuh ini kemudian yang akan lebih dikenal dengan nama One Percenter (1%er MC) karena tindakan mereka yang jauh dari visi misi awal AMA terbentuk, salah satunya adalah klub Hells Angels dan Bandidos MC yang terkenal.
Lama kelamaan kultur ini semakin berkembang dan menjadi identitas kuat tentang para anggota klub motor dengan segala opini masyarakat tentang mereka yang rusuh, bengis dan suka keributan.
Meskipun begitu, kini banyak juga klub-klub motor yang melakoni jalan hidup dengan baik dengan melakukan berbagai charity, menjadi sukarelawan di berbagai kegiatan sosial dan membantu orang-orang yang kesulitan.
Stigma tentang kerusuhan yang sudah menempel di benak orang-orang tentang klub motor tentunya masih ada, namun seperti patch milik mereka yang harus dibayar dengan waktu lama, kisah para pengendara dengan attitude baik juga tentunya akan lebih sering kita dengar kedepannya.
Source: yacibandung (IG)