RADARSEMARANG.ID, Jika terjadi kecelakaan, risiko kematian pengendara motor yang mengenakan helm berkurang 42 persen.
Memilih tipe helm yang tepat dan berkualitas sangat krusial karena berkaitan langsung dengan nyawa. Helm yang baik juga bisa menunjang penampilan Anda.
Memilih helm yang baik tidak hanya berkaitan dengan ukuran dan kenyamanan. Helm open face dan half face memang cenderung lebih nyaman dikenakan saat berkendara santai dan jarak dekat.
Namun, jika ingin berkendara jarak jauh atau memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi, helm full face dapat memberikan perlindungan yang lebih maksimal.
Berdasar penelitian sejumlah dokter yang mempelajari luka kepala para pengendara motor yang dirawat di rumah sakit akibat kecelakaan, helm open face dan half face terbukti memberikan perlindungan pada kepala yang minimal.
Artikel di Journal of Oral and Maxillofacial Surgery bahkan menyebut korban yang mengenakan helm half face atau open face menderita luka kepala yang sama fatalnya dengan pengendara motor yang tidak memakai helm.
Studi tersebut dilakukan terhadap 253 pengendara motor yang mengalami kecelakaan di jalan dan menderita cedera serta trauma kepala sebagai akibatnya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 156 orang tidak memakai helm saat kecelakaan terjadi. Sebanyak 51 orang mengenakan helm non-full face dan hanya 46 orang yang mengenakan helm full face.
Hasilnya, sebanyak 76,5 persen pasien yang mengenakan helm half face dan open face mengalami cedera otak yang sama dengan pengendara yang tidak memakai helm.
Penelitian menyimpulkan bahwa pengendara yang memakai helm half face berisiko menderita cedera wajah dan kepala yang lebih parah dibandingkan pemakai helm full face.
Alasannya, benturan yang terjadi saat kecelakaan sepeda motor biasanya mengenai daerah dagu ke atas, termasuk mata dan dahi. Selain tipe helm, perhatikan cara memilih helm yang tepat:
Pastikan Ukuran Helm Harus Pas di Kepala
Gunakan meteran untuk mengukur diameter lingkar kepala dan gunakan size chart di bagian dalam helm sebagai panduan memilih ukuran yang tepat.
Bila terdapat opsi, pilihlah helm yang busa dalamnya dapat dilepas agar mudah dibersihkan dan diganti dengan busa yang baru setelah beberapa waktu pemakaian.
Jika Anda akhirnya merasakan nyeri kepala atau kulit terlihat merona merah, sangat mungkin ukuran helm terlalu ketat melekat pada kepala. Ada dua penyebabnya: ukuran helm terlalu kecil atau tali strap dipasang terlalu ketat.
Pilihlah Helm Tersertifikasi
Sertifikasi helm menentukan kualitas material dan kemampuan helm melindungi kepala Anda.
Standardisasi keamanan helm di tiap-tiap negara berbeda.
Amerika Serikat mempunyai sertifikasi DOT, yaitu Department of Transport atau Snell Memorial Foundation (SNELL).
Jepang mempunyai Japanese Industrial Standard atau JIS.
Sedangkan di Indonesia, helm-helm yang beredar di pasaran wajib mempunyai standar keamanan SNI atau Standar Nasional Indonesia. Helm berkualitas biasanya memiliki tiga sertifikasi sekaligus: DOT, SNELL, dan SNI.
---
Berikut ini Tips merawat helm yang perlu diperhatikan
1. Simpan Helm di Bagasi
Saat parkir motor, gunakan sarung helm motor untuk menghindari panas matahari langsung. Hindari menaruh helm di spion motor, karena helm mudah terjatuh.
2. Hindari Memakai Helm saat Rambut Basah
Rambut yang basah akan membuat bagian dalam helm lebih cepat berbau dan apek. Terlebih jika pengguna menggunakan pomade.
3. Cuci Helm Tiap Bulan
Helm motor yang dipakai setiap hari rentan sekali memunculkan bau yang tak sedap. Sebaiknya rutin mencuci helm setiap bulan jika sering digunakan.
4. Cuci Helm dengan Benar
Copot semua bagian pada helm seperti kaca dan spons bagian dalam. Pisahkan part agar tidak hilang. Rendam spons dengan sabun selama satu jam. Gunakan sikat halus untuk membersihkan dan ulang 2–3 kali agar hasilnya lebih baik
Untuk bagian keras, lap dengan kain microfibre dan gunakan cotton bud untuk menjangkau daerah yang sulit dibersihkan. Jemur helm di bawah matahari atau keringkan dengan pengering rambut. Simpan di tempat yang tidak lembap dan gunakan sarung bila disimpan dalam waktu yang lama. (Dony Lesmana/jpk)
Editor : Agus AP