RADARSEMARANG.ID – Avanza 2021 atau BYD ATTO 1 menjadi dua pilihan mobil yang menarik ketika masyarakat mencari kendaraan untuk kebutuhan harian pada 2026. Keduanya berada di kelas dan karakter yang berbeda.
Toyota Avanza 2021 merupakan MPV keluarga yang sudah lama dikenal masyarakat Indonesia, sedangkan BYD ATTO 1 hadir sebagai city car listrik dengan teknologi yang lebih baru dan biaya operasional yang berbeda dari mobil bensin.
Perbedaan harga juga membuat perbandingan Avanza 2021 dan BYD ATTO 1 semakin menarik. Avanza 2021 saat ini berada di pasar mobil bekas, sedangkan BYD ATTO 1 merupakan mobil baru.
Berdasarkan listing pasar mobil bekas, Toyota Avanza 2021 umumnya berada di kisaran Rp140 jutaan sampai Rp200 jutaan lebih, tergantung tipe, kondisi, jarak tempuh, dan riwayat servis. Mobil123 mencatat Avanza 2021 facelift generasi kedua berada sekitar Rp140 juta hingga Rp205 juta untuk berbagai tipe.
Sementara itu, daftar harga BYD Indonesia yang diperbarui pada 2026 mencantumkan ATTO 1 Standard mulai Rp199 juta, Dynamic sekitar Rp210 juta, dan Premium Rp245 juta OTR Jakarta.
Perbedaan harga tersebut membuat BYD ATTO 1 secara nominal dapat bersinggungan langsung dengan beberapa unit Avanza 2021 bekas dengan kondisi dan varian tertentu.
Sebelum membandingkan performanya, perlu diperhatikan bahwa istilah Avanza 2021 mencakup dua model. Avanza yang dipasarkan sebelum November 2021 masih menggunakan generasi kedua facelift dengan karakter MPV konvensional.
Sementara All New Avanza diperkenalkan pada November 2021 dan membawa perubahan besar, termasuk penggunaan penggerak roda depan serta mesin 1.3 dan 1.5 liter.
Jika yang dicari adalah Avanza 2021 facelift generasi kedua, pilihan mesinnya antara lain 1.329 cc dengan tenaga sekitar 96,5 PS dan torsi 12,3 kgm. Kapasitas tangkinya mencapai 45 liter. Model tersebut juga masih menggunakan konfigurasi penggerak roda belakang yang sudah dikenal luas masyarakat.
Baca Juga: Harga Avanza G 2009 Kini Segini, Apakah Masih Layak Tahun 2026
Untuk All New Avanza yang mulai diperkenalkan pada November 2021, Toyota menyediakan mesin 1.329 cc dengan tenaga 98 PS dan torsi 12,4 kgm serta mesin 1.496 cc dengan tenaga 106 PS dan torsi 14 kgm. Transmisi CVT juga mulai digunakan pada generasi ini.
BYD ATTO 1 menggunakan pendekatan yang sangat berbeda. Mobil ini merupakan kendaraan listrik murni dengan motor listrik 55 kW dan torsi maksimum 135 Nm.
Berdasarkan daftar harga BYD Indonesia, varian Standard dan Dynamic menggunakan baterai 30,08 kWh dengan jarak tempuh hingga 300 km berdasarkan metode NEDC, sedangkan Premium menggunakan baterai 38,88 kWh dengan jarak tempuh hingga 380 km NEDC.
Dari sisi performa, karakter ATTO 1 terasa berbeda dibandingkan Avanza. Motor listrik menghasilkan torsi secara instan sehingga respons ketika pedal akselerator diinjak terasa cepat, terutama untuk penggunaan dalam kota. Tidak diperlukan perpindahan gigi seperti mobil bermesin bensin karena tenaga motor listrik langsung disalurkan ke roda.
BYD juga membekali ATTO 1 dengan regenerative braking. Sistem ini dapat membantu mengembalikan sebagian energi ketika mobil mengalami deselerasi.
Karakter tersebut membuat ATTO 1 cocok digunakan menghadapi lalu lintas perkotaan yang sering mengalami kondisi berhenti dan berjalan secara berulang. BYD juga menyebut ATTO 1 menawarkan pengalaman berkendara yang halus dan senyap.
Avanza memiliki karakter performa yang lebih familiar bagi sebagian besar pengemudi Indonesia. Mesin bensinnya membutuhkan putaran mesin untuk menghasilkan tenaga dan responsnya berbeda dengan motor listrik. Namun, karakter tersebut sudah sangat umum sehingga bengkel dan mekanik juga lebih familiar dalam menangani mesin Avanza.
Untuk kebutuhan perjalanan bersama keluarga, kapasitas menjadi salah satu faktor penting. Avanza memiliki keunggulan besar karena dirancang sebagai MPV tujuh penumpang. Kursi baris kedua dan ketiga dapat digunakan untuk membawa anggota keluarga lebih banyak dibandingkan mobil city car.
All New Avanza juga memiliki fleksibilitas kabin yang ditingkatkan melalui pengaturan kursi dan ruang antarbaris. Toyota menyebut jarak antarkursi pada All New Avanza dibuat untuk memberikan ruang yang lebih nyaman bagi penumpang.
Baca Juga: Sama-Sama MPV 7 Penumpang, Avanza 2022 atau Ertiga 2022?
BYD ATTO 1 mempunyai ukuran bodi yang jauh lebih kompak. Panjangnya sekitar 3.925 mm dengan wheelbase 2.500 mm. Karakter ini membuatnya lebih mudah ditempatkan di area parkir sempit dan lebih praktis untuk jalan perkotaan. Namun, kapasitas penumpangnya tetap berbeda dari Avanza sehingga kebutuhan keluarga besar perlu dipertimbangkan sejak awal.
Dari sisi handling, ukuran kompak menjadi salah satu keunggulan BYD ATTO 1. Mobil kecil lebih mudah diajak bermanuver di jalan perkotaan, gang, area parkir pusat perbelanjaan, maupun ruas jalan yang padat. Motor listrik juga membuat respons akselerasinya terasa spontan.
Avanza mempunyai karakter handling yang lebih cocok untuk kebutuhan keluarga dan perjalanan dengan penumpang lebih banyak.
Pada All New Avanza, Toyota menggunakan platform baru dengan pengaturan suspensi yang ditujukan untuk meningkatkan stabilitas sekaligus kenyamanan. Radius putarnya juga tercatat sekitar 4,9 meter sehingga cukup mendukung penggunaan di kawasan perkotaan.
Untuk kenyamanan, Avanza mempunyai keunggulan dari sisi kapasitas kabin. Penumpang keluarga dapat duduk dalam tiga baris dan membawa barang dalam jumlah lebih banyak dibandingkan city car. Karakter suspensi Avanza juga dirancang untuk penggunaan keluarga di berbagai kondisi jalan.
ATTO 1 menawarkan jenis kenyamanan yang berbeda. Mobil listrik tidak menghasilkan suara mesin seperti mobil bensin sehingga kabin terasa lebih tenang. Tidak adanya perpindahan gigi juga membuat akselerasi terasa lebih halus. BYD menyebut ATTO 1 dikembangkan untuk mobilitas perkotaan dengan desain ringkas, interior ergonomis, dan karakter berkendara yang senyap.
Bagian konsumsi energi menjadi salah satu pembeda paling besar. Avanza menggunakan bensin sehingga konsumsi bahan bakarnya sangat bergantung pada kondisi kendaraan, gaya mengemudi, lalu lintas, beban penumpang, kondisi jalan, dan tipe mesin.
Angka konsumsi BBM yang diperoleh pemilik bisa berbeda dengan angka pengujian atau klaim efisiensi karena penggunaan sehari-hari tidak selalu berada dalam kondisi ideal.
ATTO 1 tidak menggunakan BBM sama sekali. Pengguna harus mengisi energi melalui listrik di rumah atau fasilitas pengisian kendaraan listrik.
Kapasitas baterai 30,08 kWh pada Standard dan Dynamic serta 38,88 kWh pada Premium menjadi dasar kemampuan jarak tempuhnya. BYD mencatat jarak hingga 300 km untuk Standard/Dynamic dan 380 km untuk Premium dengan metode NEDC.
Baca Juga: BBM Naik Per 1 September 2026, Segini Biaya Full Tank Avanza, Innova, Fortuner dan Pajero Sport
Angka NEDC tersebut sebaiknya tidak dipahami sebagai jarak tempuh pasti dalam penggunaan sehari-hari. Kondisi lalu lintas, kecepatan, beban, penggunaan AC, temperatur, medan jalan dan gaya mengemudi dapat memengaruhi jarak aktual. BYD sendiri menjelaskan bahwa jarak nyata dipengaruhi berbagai faktor penggunaan kendaraan.
Untuk penggunaan harian di kota, ATTO 1 mempunyai keunggulan karena tidak membutuhkan penggantian oli mesin, busi, serta sejumlah komponen mesin pembakaran.
BYD menyebut perawatan ATTO 1 berfokus pada sistem kelistrikan, baterai, motor, dan komponen kendaraan lainnya. Jadwal perawatan berkala BYD saat ini tercantum setiap satu tahun atau 20.000 km setelah serah terima untuk periode tertentu sesuai panduan.
Avanza mempunyai sistem perawatan yang lebih konvensional. Pemilik perlu memperhatikan oli mesin, filter, busi, sistem pendinginan, transmisi, rem, kaki-kaki, serta berbagai komponen mekanis lainnya. Keuntungannya, komponen tersebut sudah sangat familiar bagi pasar Indonesia.
Urusan suku cadang menjadi salah satu faktor penting bagi masyarakat umum. Avanza mempunyai keuntungan karena sudah lama hadir di Indonesia dan digunakan dalam jumlah besar.
Suku cadang dan komponen fast moving relatif mudah ditemukan melalui jaringan resmi maupun toko onderdil. Bengkel umum juga banyak yang memahami perawatan Avanza.
BYD ATTO 1 memiliki sistem yang lebih sederhana dari sisi mesin karena tidak menggunakan mesin pembakaran internal. Namun, teknologi kendaraan listrik membuat sebagian komponen membutuhkan teknisi dan peralatan yang sesuai.
Untuk menjaga garansi, BYD mensyaratkan penggunaan suku cadang asli dan perawatan berkala di bengkel resmi. BYD Indonesia menyatakan memiliki lebih dari 50 dealer resmi serta jaringan distribusi suku cadang di Indonesia.
Di Jawa Tengah, BYD juga terus memperluas jaringan layanan. BYD menyebut jaringan di wilayah tersebut menggunakan layanan 3S, yakni Sales, Service, dan Sparepart, serta menyediakan dukungan towing di wilayah jangkauan dealer.
Untuk harga, Avanza 2021 mempunyai rentang yang cukup lebar. Harga sangat dipengaruhi tipe, kondisi, kilometer, riwayat servis, kelengkapan dokumen dan lokasi kendaraan.
Data pasar yang tersedia pada 2026 menunjukkan Avanza 1.3 E dapat berada di sekitar Rp140 jutaan, sementara tipe 1.3 G, 1.5 G dan Veloz dapat berada lebih tinggi hingga sekitar Rp200 jutaan tergantung kondisi.
Baca Juga: Dana Terbatas Tapi Pengen Punya Mobil? Solusinya Beli Avanza Lama atau Pilih LCGC
BYD ATTO 1 memiliki harga baru yang lebih mudah dipetakan. Daftar harga BYD Indonesia mencantumkan Standard sekitar Rp199 juta, Dynamic sekitar Rp210 juta dan Premium sekitar Rp245 juta OTR Jakarta pada 2026. Harga daerah, promo, dan kebijakan dealer dapat berbeda.
Dengan dana sekitar Rp200 jutaan, masyarakat pada dasarnya berhadapan dengan dua karakter pembelian. Avanza 2021 menawarkan mobil bekas yang lebih besar dan dapat membawa hingga tujuh orang. ATTO 1 menawarkan mobil baru dengan sistem penggerak listrik, teknologi lebih modern, dan biaya perawatan mesin yang lebih sederhana.
Keunggulan utama Avanza 2021 terletak pada kapasitas, fleksibilitas, jaringan servis, kemudahan mencari suku cadang dan karakter mobil keluarga yang sudah familiar.
Model ini juga lebih fleksibel untuk perjalanan bersama banyak anggota keluarga. Bagi masyarakat yang tinggal di daerah dengan akses bengkel Toyota dan bengkel umum yang luas, faktor tersebut dapat menjadi pertimbangan penting.
Kekurangan Avanza 2021 adalah usia kendaraan yang sudah beberapa tahun sehingga kondisi setiap unit sangat bergantung pada pemilik sebelumnya. Kilometer tinggi, riwayat tabrakan, bekas banjir, kondisi transmisi, kaki-kaki dan mesin harus diperiksa sebelum membeli. Harga murah tidak selalu berarti biaya kepemilikan rendah jika unit membutuhkan banyak perbaikan.
ATTO 1 mempunyai keunggulan pada usia kendaraan yang masih baru, penggerak listrik, respons akselerasi instan, kabin yang lebih senyap, ukuran kompak, serta kebutuhan perawatan rutin yang lebih sederhana. Varian Premium juga mempunyai baterai lebih besar dengan klaim jarak tempuh NEDC hingga 380 km.
Namun, ATTO 1 juga mempunyai keterbatasan. Ukurannya jauh lebih kecil daripada Avanza sehingga tidak dapat menggantikan fungsi MPV tujuh penumpang.
Pengguna juga perlu memiliki kebiasaan mengisi daya dan mempertimbangkan akses charger di rumah atau SPKLU. Infrastruktur pengisian yang semakin berkembang membantu penggunaan EV, tetapi kebutuhan perjalanan setiap orang tetap berbeda.
Dari sisi garansi, BYD memberikan perlindungan kendaraan selama enam tahun atau 150.000 km berdasarkan informasi layanan purnajual saat ini. Informasi garansi komponen tertentu perlu diperiksa berdasarkan buku garansi dan ketentuan kendaraan yang dibeli.
Sementara itu, ketika membeli Avanza 2021 bekas, pembeli lebih perlu memperhatikan kondisi aktual kendaraan daripada sekadar tahun produksi. Pemeriksaan mesin, transmisi, kaki-kaki, AC, kelistrikan, bodi, interior, ban, dokumen dan riwayat servis menjadi bagian penting sebelum transaksi.
Bagi masyarakat yang membutuhkan mobil untuk keluarga besar, sering membawa barang, bepergian bersama banyak penumpang dan menginginkan ekosistem perawatan yang sudah sangat dikenal, Avanza 2021 menawarkan karakter MPV yang kuat.
Sementara itu, bagi pengguna yang sebagian besar melakukan aktivitas di perkotaan, membutuhkan mobil baru berukuran kompak dan mempunyai akses pengisian listrik yang memadai, BYD ATTO 1 menawarkan pendekatan berbeda melalui teknologi kendaraan listrik.
Perbandingan Avanza 2021 dan BYD ATTO 1 pada akhirnya bukan hanya mengenai harga beli. Biaya energi, perawatan, kapasitas penumpang, pola perjalanan, akses bengkel, ketersediaan suku cadang dan fasilitas pengisian daya juga perlu dihitung.
Baca Juga: Bukan Toyota Avanza, Mobil Ini Justru Jadi Terlaris Kedua di Agustus 2026
Avanza 2021 lebih menonjol sebagai kendaraan keluarga serbaguna dengan mesin bensin dan kapasitas besar, sedangkan BYD ATTO 1 menonjol sebagai mobil listrik kompak untuk mobilitas perkotaan. Perbedaan karakter tersebut membuat keduanya menyasar kebutuhan penggunaan yang tidak sepenuhnya sama.
Untuk pembeli mobil bekas, kondisi unit Avanza 2021 harus menjadi perhatian utama. Untuk pembeli ATTO 1, fasilitas pengisian daya dan pola perjalanan harian menjadi faktor yang sama pentingnya dengan harga kendaraan.
Dengan harga pasar Avanza 2021 yang dapat bersinggungan dengan harga BYD ATTO 1 Standard, masyarakat kini mempunyai pilihan yang lebih beragam.
Mobil keluarga bekas dengan kapasitas tujuh penumpang dan mobil listrik baru dengan teknologi modern dapat berada dalam rentang anggaran yang berdekatan. Perbedaan kebutuhan sehari-hari menjadi faktor yang lebih penting daripada sekadar melihat angka harga di awal.
Bagi yang sedang mencari mobil sekitar Rp200 juta pada 2026, membandingkan Avanza 2021 dengan BYD ATTO 1 dapat menjadi gambaran mengenai perubahan pasar otomotif Indonesia.
Avanza mewakili pilihan mobil bensin bekas yang praktis dan familiar, sementara ATTO 1 menunjukkan semakin terjangkaunya mobil listrik baru untuk penggunaan perkotaan. Data harga dapat berubah mengikuti kondisi pasar, promo dealer, lokasi dan kondisi kendaraan, sehingga pemeriksaan langsung tetap diperlukan sebelum melakukan transaksi.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi