RADARSEMARANG.ID, Magelang– Pemerintah Kota Magelang kian serius menggarap potensi wisata olahraga atau sport tourism untuk mendatangkan wisatawan ke Kota Magelang.
Langkah ini diambil untuk meramaikan kota, sekaligus menjadi sarana pemerintah untuk menggaungkan budaya hidup yang sehat melalui kegiatan yang menarik, menggembirakan.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, memadukan olahraga dengan pariwisata dinilai sebagai formula yang paling efektif untuk menarik masyarakat membiasakan diri menerapkan gaya hidup sehat.
“Saya merasa, saat ini masyarakat kita semakin banyak yang sadar pentingnya hidup sehat. Banyak warga yang mulai membiasakan olahraga ringan, menjaga pola makan, menjaga kesehatan mental, hingga meluangkan waktu berolahraga sekaligus menikmati momen kebersamaan bersama keluarga dan lingkungan sekitar,” tuturnya, Rabu (27/5/2026).
Selain itu, Kota Magelang juga menjadi kota yang cocok untuk penyelenggaraan acara olahraga, karena didukung dengan udara yang sejuk, lingkungan bersih, infrastruktur yang lengkap—memadai untuk penyelenggaraan acara berskala lokal hingga nasional.
Untuk menghidupkan sport tourism di Kota Magelang, Pemkot Magelang mendorong swasta, organisasi, dan komunitas pencinta olahraga untuk membuat agenda olahraga. Pihaknya akan memberikan dukungan—selama kegiatan tersebut bertujuan untuk membangun budaya hidup sehat.
Damar menilai, musuh terbesar kesehatan masyarakat saat ini bukan hanya penyakit, tapi sangat kompleks. Tantangan yang utama justru datang dari pola hidup yang kurang sehat dalam menjalani rutinitas sehari-hari: terlalu lama duduk, terlalu sibuk dengan gawai, kurang bergerak, kurang istirahat, dan tingkat stres yang semakin tinggi.
“Kadang yang membuat kita sakit bukan pekerjaan yang berat, tetapi karena tubuh kita terlalu sedikit bergerak,” imbuhnya.
Damar menyebut, saat ini Kota Magelang telah mencapai universal health coverage (UHC) sebesar 99,98 persen : menandakan bahwa sebagian besar masyarakat telah terlindungi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan memiliki kemudahan untuk berobat. Fasilitas kesehatannya pun ditingkatkan. Namun bagi Damar, semua upaya itu akan sia-sia, jika masyarakatnya tetap sakit-sakitan. Karena jika semakin banyak masyarakat yang sakit, sebanyak apapun jumlah rumah sakit akan selalu dipenuhi pasien yang sakit.
Menurut Damar, upaya promotif dan preventif justru paling krusial, agar tidak semakin banyak masyarakat yang sakit hingga harus mendapatkan penanganan kuratif dan rehabilitatif.
“Makannya, sekarang kami sedang menggaungkan sport tourism,” imbuhnya.
Damar menyebutkan, bahwa pada Minggu, (24/5/2025) lalu, Pemkot Magelang bersama RSUD Tidar Kota Magelang menghelat gelaran acara olahraga, Tidar Borobudur 10K. Acara tersebut tidak hanya memperebutkan juara podium untuk race 10K dan 5K, tetapi juga diikuti ribuan warga Kota Magelang yang meramaikan kategori fun run 3K.
Dalam waktu dekat, atau Agustus mendatang, Kota Magelang juga akan kembali diramaikan dengan gelaran HK 10K yang diadakan oleh HK Gold Magelang. Acara tersebut juga memperebutkan juara podium 10K, dan masyarakat bisa mengikuti kategori fun run 5K dan 2,5K secara gratis.
Terpisah, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang Maya Susanti memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan acara olahraga yang gencar diadakan oleh pemerintah daerah maupun pihak swasta di Kota Magelang. Langkah aktif itu dinilai mendukung upaya promotif dan preventif untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan produktif.
“Menjaga kesehatan masyarakat memang tidak bisa hanya mengandalkan kuratif atau pengobatan saat sudah jatuh sakit, tapi diperlukan kesadaran kolektif dengan melakukan berbagai aktivitas fisik yang teratur,” ucapnya.
Menurut Maya, jika kesadaran berolahraga tumbuh subur di tengah masyarakat, maka akan berdampak pada meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. Sebab, olahraga rutin terbukti efektif mencegah berbagai penyakit degeneratif dan kronis.
“Dengan aktif bergerak dan berlatih beban, maka bisa mencegah penyakit jantung, stroke, diabetes, hipertensi, obesitas, osteoporosis, dan lainnya,” sebutnya.
Tidak hanya rutin berolahraga, Maya juga mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan upaya preventif lainnya seperti skrining kesehatan. Maya menjelaskan, skrining kesehatan bertujuan untuk deteksi dini terhadap penyakit kronis. “Peserta JKN bisa memanfaatkan layanan skrining gratis sekali dalam setahun, baik melalui aplikasi Mobile JKN maupun di FKTP terdekat,” pungkasnya. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto