RADARSEMARANG.ID, Magelang – Akhir-akhir ini, penyakit campak (measles) dan cangkrang (varicella) menjangkiti anak-anak, terutama yang berusia di bawah lima tahun. Kekebalan tubuh yang belum terbentuk sempurna, membuat mereka lebih rentan terhadap penularan penyakit tersebut.
Banyak masyarakat yang belum mengetahui perbedaannya. Di wilayah Jawa, campak sering disebut gabagen. Sedangkan cangkrang adalah cacar air atau dikenal dengan cangkrangen.
Kedua penyakit tersebut memiliki karakteristik berbeda, karena penyebab virusnya pun tidak sama. Campak dan cangkrang memerlukan penanganan yang berbeda pula. Namun keduanya bisa sama-sama menyebabkan ruam pada kulit dan menular.
Ruam kulit pada penderita campak akan terlihat saling menempel. Ruam pertama muncul di wajah dan menyebar ke leher hingga seluruh tubuh. Ketika ruam tersebut muncul, biasanya disertai dengan batuk, pilek, dan demam tinggi.
Sementara ruam pada penyakit cangkrang lebih menonjol, gatal, dan bisa pecah. Ruam cangkrang biasanya muncul di bagian yang tertutup, seperti dada atau punggung kemudian menyebar hingga ke tangan, leher, wajah, juga kaki.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr Istikomah menjelaskan, baik campak maupun cangkrang tidak boleh dianggap sepele. Apalagi jika penderita belum pernah menerima vaksin. "Orang tua perlu memperhatikan apabila pada bagian kulit muncul ruam merah bagaimanapun wujudnya, baik bintik-bintik, bentol maupun gatal yang berisi cairan dengan jumlah yang banyak, apalagi disertai demam, batuk, pilek, mata berair, atau disertai timbul bercak putih pada pipi bagian dalam anak, maka harus segera berobat ke dokter atau faskes," tutur Dokter Istikomah, Rabu (22/04/2026).
Campak bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti infeksi paru (pneumonia), diare berat, malnutrisi, kerusakan otak, sampai kematian.
“Jika anak belum pernah divaksin, maka tubuh akan dipaksa menggunakan kekebalan alami saat terkena infeksi, karena kekebalannya belum terbentuk,” ujarnya.
Ia mengimbau kepada orang tua yang mendapati anak mengalami gejala tersebut agar segera dibawa ke fasilitas kesehatan (faskes) untuk mendapatkan penanganan lebih dini. “Baik anak yang terkena campak dan cangkrang, mereka perlu diberi obat dengan resep yang sesuai,” tambahnya.
Dirinya juga menyarankan kepada orang tua agar tetap menjaga kebersihan diri anak ketika terkena campak maupun cangkrang. Tidak dipungkiri, ia masih menjumpai orang tua yang enggan memandikan anaknya ketika terkena campak atau cangkrang.
“Mandi tidak apa-apa, sebisa mungkin pakai antiseptik supaya tidak terkena infeksi sekunder,” ujarnya.
Ia juga mengimbau, agar orang tua memberikan perlindungan kesehatan. Vaksinasi maupun imunisasi merupakan hak setiap anak yang terlahir di dunia. Ia harap, orang tua tidak membiarkan anak tumbuh tanpa vaksinasi, sehingga mereka menjadi zero dose atau anak nol dosis vaksinasi. Istilah zero dose digunakan bagi anak di bawah lima tahun yang sama sekali belum pernah menerima dosis vaksinasi rutin atau imunisasi dasar.
“Anak yang tidak vaksin akan menjadi lokus kerentanan kekebalan komunitas, mereka nggak punya kekebalan, ada bolongnya di situ. Sewaktu-waktu bisa terjadi penularan,” terangnya.
Tidak hanya campak dan cangkrang, kata Istikomah, vaksin juga bisa mencegah anak dari difteri, tetanus, polio, TBC, pneumonia, dan diare akibat rotavirus. Karena itu, vaksinasi seperti MMR (Measles, Mumps, dan Rubella) sangat penting diberikan kepada anak balita untuk mencegah penyakit campak, gondongan, dan campak Jerman (Rubella).
Terpisah, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang Maya Susanti menyebutkan, pengobatan penyakit campak dan cangkrang dijamin BPJS Kesehatan selama mengikuti prosedur layanan berjenjang dan sesuai indikasi medis.
“Benar, kedua penyakit tersebut masuk dalam daftar penyakit yang ditanggung dalam program JKN, sehingga masyarakat bisa periksa dan mendapatkan obat secara gratis,” ujarnya.
Dengan kemudahan itu, diharapkan anak-anak dengan campak atau cangkrang mendapatkan penanganan dini, sehingga tidak menimbulkan gejala yang lebih serius.
“Penjaminan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah, dan manfaat yang bisa diterima oleh setiap peserta program JKN,” tambahnya.
Karena itu, Maya mengimbau kepada orang tua untuk menjaga keaktifan kepesertaan JKN dengan rutin membayar iuran setiap bulannya. “Jangan ditunda-tunda, karena menyangkut kesehatan anak, sebaiknya tetap diutamakan,” tutupnya. (put/bis)
Editor : H. Arif Riyanto