Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pelatihan Literasains: Menumbuhkan Literasi dan Keterampilan Menulis Ilmiah Berbasis Teknologi di Kalangan Siswa SMP

Devi Khofifatur Rizqi • Kamis, 18 September 2025 | 02:14 WIB
Dosen Untidar mengadakan pengabdian masyarakat dengan penguatan program sekolah berbasis riset dan inovasi di SMPN 3 Secang Kabupaten Magelang.
Dosen Untidar mengadakan pengabdian masyarakat dengan penguatan program sekolah berbasis riset dan inovasi di SMPN 3 Secang Kabupaten Magelang.

RADARSEMARANG.ID, Magelang   – Upaya meningkatkan mutu pendidikan terus dilakukan melalui penguatan program sekolah berbasis riset dan inovasi.

Program ini dirancang untuk mendorong siswa tidak hanya menjadi pembelajar pasif, tetapi juga aktif dalam mengembangkan kemampuan literasi serta keterampilan menulis ilmiah sejak dini.

Program ini didukung dengan berbagai kegiatan mulai dari Forum Group Discussion (FGD), sosialisasi (pengenalan dan pengetahuan KIR) dan pelatihan (penggunaan platform web-based educational research).

Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Tim Pengabdian dari Universitas Tidar (Untidar). Pada era digital saat ini, pendidikan tidak lagi terbatas pada ruang kelas dan papan tulis.

Tim terdiri dari dosen Dr. Linda Eka Pradita, M.Pd., Muhammad Nur Hanif, S.S., M.A., Restu Rakhmawati, S.Kom., M.Kom. sedangkan tim mahasiswa Zadar Kurnia Zendrato dan Claudia In’am Haya Alimah

Kemajuan teknologi memberi peluang besar bagi sekolah untuk berinovasi, termasuk dalam bidang penelitian siswa.

Salah satu bentuknya adalah karya ilmiah remaja (KIR) yang kini mulai dikembangkan melalui platform web-based educational research.

Menariknya, di sejumlah sekolah, kegiatan ini dipadukan dengan penguatan budaya lokal.

Melalui platform web-based educational research, siswa diajak meneliti fenomena di lingkungannya, lalu menyajikannya dalam bentuk karya ilmiah yang dipublikasikan secara digital.

Kegiatan yang dilaksanakan di SMPN 3 Secang, Kabupaten Magelang ini mengintegrasikan berbagai pendekatan pembelajaran berbasis penelitian kecil (mini riset), diskusi ilmiah, hingga publikasi karya siswa dalam bentuk jurnal sekolah maupun majalah dinding digital.

Melalui program ini, guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam menemukan permasalahan, mengolah data, dan menyajikan hasil penelitian secara runtut dan sistematis.

Integrasi budaya lokal dalam KIR makin kuat dengan hadirnya teknologi digital. Melalui platform web-based educational research, karya siswa dapat terdokumentasi dengan rapi, tersimpan secara daring, bahkan bisa dipublikasikan dan dibaca oleh khalayak lebih luas.

Pendekatan ini memberikan manfaat ganda. Dari sisi akademik, siswa terbiasa berpikir kritis, mengolah data, dan menyajikan hasil penelitian dalam bentuk tulisan ilmiah. Dari sisi sosial-budaya, mereka belajar mengenali dan mencintai warisan daerahnya.

Program tersebut dilaksanakan secara terintegrasi dengan berbagai kegiatan akademik.

Antara lain penelitian sederhana, pelatihan penulisan ilmiah, diskusi kelompok, hingga publikasi karya tulis siswa dalam jurnal sekolah maupun media daring.

Melalui pendekatan ini, peserta didik didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, serta inovatif dalam memecahkan permasalahan nyata di lingkungan sekitar.

Siswa SMPN 3 Secang Kabupaten Magelang mengikuti pembelajaran integrasi budaya lokal pada materi KIR melalui riset berbasis web yang diadakan tim Pengabdian Masyarakat Untidar.
Siswa SMPN 3 Secang Kabupaten Magelang mengikuti pembelajaran integrasi budaya lokal pada materi KIR melalui riset berbasis web yang diadakan tim Pengabdian Masyarakat Untidar.

Kepala SMPN 3 Secang, Agus Setianta Wahyudi menyampaikan bahwa optimalisasi program ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda yang kritis, kreatif, dan memiliki daya saing di era global.

Integrasi budaya lokal dalam materi KIR membuat siswa lebih mudah memahami langkah-langkah penelitian.

“Karena topiknya dekat dengan keseharian mereka, siswa lebih bersemangat mengumpulkan data dan menuliskannya. Apalagi dengan platform berbasis web, karya mereka bisa terdokumentasi sekaligus diakses secara lebih luas,” ujarnya.

Respon positif datang dari para siswa yang merasa lebih termotivasi untuk menulis dan meneliti.

Salah satu siswa bernama Revan kelas 9 mengaku senang bisa menggabungkan teknologi dengan topik budaya.

Siswa melakukan penelitian tentang kekhasan daerah Magelang, lalu menuliskannya di platform online sekolah.

“Rasanya lebih keren karena hasil tulisan saya bisa dibaca teman-teman dari sekolah lain,” tuturnya.

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi dengan perguruan tinggi sehingga siswa dapat mengenal budaya akademik sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri dalam mempublikasikan hasil karyanya.

Integrasi budaya lokal pada materi KIR melalui riset berbasis web, sekolah berharap lahir generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga bangga terhadap budaya daerahnya.

Adanya optimalisasi program sekolah berbasis riset dan inovasi ini, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang mampu menumbuhkan budaya literasi.

Juga  mengasah keterampilan menulis ilmiah, dan mempersiapkan siswa menghadapi tantangan dunia akademik maupun profesional di masa depan.

Pengabdian dilaksanakan mulai Agustus sampai November. Tetapi untuk pelatihan bulan September dan Oktober adalah pendampingan dan evaluasi.

Pendanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tahun 2025 berasal dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) (web/dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#kir #Karya Siswa #Universitas Tidar #Untidar #Tim Pengabdian masyarakat #Kabupaten Magelang #SMPN 3 secang #web based educational research #FGD