RADARSEMARANG.ID - Sebuah video viral di media sosial menunjukkan konfrontasi antara anggota TNI dan rombongan Ormas Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK).
Dalam video viral tersebut terlihat aksi GPK yang tampak menggeber knalpot motor memicu ketegangan dengan konvoi TNI.
Berdasarkan informasinya, kejadian bermula pada 28 Mei 2025 di pertigaan Salaman, Magelang, Jawa Tengah.
Rombongan GPK yang mengendarai motor dengan knalpot brong saat itu berpapasan dengan konvoi truk TNI dari Yonif 403/WP.
Seperti dilansir dari akun Instagram @infokomando.official memaparkan “Kembali masalah Ormas yang meresahkan”.
“Setelah sebelumnya nyaris bentrok dengan anggota Yonif 412 di Salaman, kali ini anggota GPK berpapasan langsung dengan konvoi anggota TNI dari Yonif 403 dalam jumlah yang tidak sedikit,” lanjutnya.
Dalam video viral unggahannya, terdengar suara bising knalpot saat digeber dan memancing reaksi anggota TNI. Beberapa prajurit turun dari truk untuk menegur rombongan tersebut.
Situasi terlihat memanas saat seorang anggota GPK nekat menendang dan mendobrak pintu mobil dinas TNI Yonif 412.
Aksi ini nyaris memicu bentrokan, namun Babinsa setempat dikabarkan dengan sigap meredam ketegangan.
Pelaku yang melakukan tindakan agresif langsung diamankan untuk dimintai keterangan.
Adapun video viral tersebut telah ditonton ribuan kali hingga memicu reaksi keras dari kalangan warganet.
Banyak warganet yang mengkritik tindakan GPK sebagai provokatif dan mengganggu ketertiban.
“Knalpot brong itu bukan cuma bising, tapi juga bikin resah. TNI sudah tepat bertindak tegas,” tulis seorang pengguna di kolom komentar.
Kendati demikian, video viral momen tegang saat anggota TNI menghampiri rombongan GPK ini disertai sorakan warga di sekitar lokasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejarah GPK sebagai sayap pemuda Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dikabarkan pernah terlibat dalam sejumlah aksi kontroversial.
Pada 2024, GPK dilaporkan pernah terseret dalam insiden serupa di Boyolali terkait knalpot brong.
Warganet pun mempertanyakan legalitas ormas ini di Kesbangpol, sebagaimana diungkapkan dalam unggahan @infokomado.official.
“Banyak masyarakat yang resah tapi tidak berani bersuara. Kalau perlu kasih pembinaan lagi biar ga ngawur. Tujuan dibentuknya ormas salah satunya memberikan manfaat untuk masyarakat, bukan sebaliknya,” ujar @infokomado.official.
Editor : Baskoro Septiadi