Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Tim Pengabdian Masyarakat Untidar Berhasil Tingkatkan Produksi Budidaya Maggot, dari Sampah Bernilai Rupiah di TPS-3R Merti Bumi Desa Wringinputih

Lis Retno Wibowo • Sabtu, 5 Oktober 2024 | 18:08 WIB
Tim pengabdian masyarakat Universitas Tidar bersama pengelola TPS-3R Merti Bumi Desa Wringinputih, Borobudur, Kabupaten Magelang.
Tim pengabdian masyarakat Universitas Tidar bersama pengelola TPS-3R Merti Bumi Desa Wringinputih, Borobudur, Kabupaten Magelang.

RADARSEMARANG.ID, Magelang - Tim Pengabdian  Masyarakat Universitas Tidar (Untidar) Magelang bekerja sama dengan Desa Wringinputih dan BUMDes Guyub Rukun selaku pengelola TPS-3R Merti Bumi berhasil meningkatkan produksi budidaya maggot dari sampah organik.

Khususnya di wilayah kerja TPS-3R Merti Bumi. Kegiatan ini diketuai oleh Serafica Btari Christiyani K, M.Sc bersama anggota dosen lainnya.

Yaitu Shefa Dwijayanti Ramadani, M.Pd. dari Pendidikan Biologi FKIP Untidar dan berkolaborasi dengan Aulia Vidya Almadana, M.M dari Departemen Manajeman FE Undip.

Kegiatan ini dilakukan bersama 20 mahasiswa dari berbagai program studi di lingkup Universitas Tidar melalui skema pemberdayaan masyarakat oleh mahasiswa yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbudristek tahun 2024.

Kegiatan ini bertujuan memecahkan permasalahan isu lingkungan utamanya dalam hal pengelolaan sampah khususnya di Desa Wringinputih Kabupaten Magelang.

“Permasalahan budidaya maggot tampaknya tidak segera selesai. Profit yang kami dapatkan tampaknya belum dapat menutupi biaya operasional untuk budidaya maggot.

Maka kami berharap  keterlibatan akademisi dari Universitas Tidar dapat memberikan sumbangsih saran dan masukan kami untuk menyelesaikan permasalahan ini,” menurut Rizal Windriatmoko direktur Bumdes Guyub Rukun selaku pengelola TPS-3R.

Berkaca dari komentar tersebut, tim pengabdian melakukan obervasi lapangan tentang pengelolaan sampah di Desa Wringinputih.

Ditemukan bahwa pengelolaan sampah organik yang masuk ke TPS-3R Merti Bumi masih belum optimal.

Padahal biokonversi sampah organik dari rumah tangga menjadi larva Black Fly Soldier (BSF) atau yang sering dikenal sebagai maggot sangat berpotensi untuk meningkatkan produktivitas ekonomis dari TPS-3R.

Kegiatan optimalisasi budidaya maggot dilakukan selama 2 minggu yang dimulai pada Agustus 2024, dengan mempelajari kekurangan dan potensi yang ada di TPS-3R.

Berdasarkan hasil survei ditemukan bahwa penting untuk dilakukan implementasi teknologi berupa alat pencacah sampah dan oven pengering maggot untuk meningkatkan waktu simpan.

“Adanya teknologi alat pencacah sampah berfungsi untuk mengubah sampah organik menjadi lebih halus sehingga dapat digunakan sebagai media pakan yang baik bagi maggot.

Selain itu, maggot kering diharapkan dapat meningkatkan masa simpan dan nilai jual maggot sebagai pakan ternak dan sumber protein, sehingga implementasi oven pengering jelas sangat dibutuhkan saat ini,’’ jelas ketua tim Serafica Btari Christiyani K, M.Sc.

“Kami telah berupaya untuk melakukan uji coba pengeringan maggot untuk meningkatkan nilai jual dari mulai penjemuran langsung di bawah sinar matahari. P

enggorengan dengan pasir, dan yang kami temukan paling efektif adalah dengan oven pengering yang berputar secara teratur,” papar salah satu mahasiswa anggota pengabdian.

Setelah pemberian sosialisasi dan pelatihan penggunaan teknologi pencacah sampah dan pengeringan oven diharapkan kapasitas produksi biokonversi larva BSF dari sampah organik semakin optimal dan memberikan manfaat ekonomis yang lebih tinggi lagi bagi pengelola dan masyarakat pada umumnya. (web/lis)

         

Editor : Lis Retno Wibowo
#TPS3R #Universitas Tidar Untidar Magelang #BOROBUDUR #Tim Pengabdian masyarakat #Kabupaten Magelang #Sampah Organik #budidaya maggot