Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Berkat Program JKN, Nawan Bisa Menempuh Pengobatan Medis untuk Anaknya yang Skoliosis

Puput Puspitasari • Kamis, 28 Maret 2024 | 21:18 WIB
Nawan Priyambodo menunjukkan aplikasi Mobile JKN yang memudahkannya untuk berobat. PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR SEMARANG
Nawan Priyambodo menunjukkan aplikasi Mobile JKN yang memudahkannya untuk berobat. PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Nawan Priyambodo merasakan sendiri manfaat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk kesembuhan anaknya, Erlangga Sakha Wardana. 

Sudah enam tahunan program JKN telah menemani Nawan untuk pengobatan dan terapi anaknya. Ya, putra kedua Nawan mengalami skoliosis. Kondisi tulang belakang putranya melengkung dan harus diterapi.

Kondisi ini ketahuan saat anaknya mulai belajar jalan. Ia merasakan ada yang aneh ketika melihat cara putranya berjalan. Tidak normal seperti anak pada umumnya.

"Baru ketahuan kalau skoliosis saat belajar jalan itu, karena terlihat tidak imbang," ujar warga Wates, Magelang Utara itu, Selasa (26/3/2024).

Ia pun sempat membawa putranya ke tukang urut. Ia pikir, anaknya hanya terkilir. Cukup dipijat, lalu sembuh. Kenyataannya itu tidak terjadi. Ia justru mendapat kabar yang menyambar hati.

"Tukang pijitnya yang ngasih tahu, kalau tulang belakang anak saya sedikit bengkok, saya kaget," ungkapnya.

Mendapat informasi itu, Nawan memutuskan untuk membawa anaknya ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Ia menginginkan yang terbaik untuk anak.

"Mumpung waktu itu masih kecil, langsung saya bawa ke klinik dekat rumah, supaya mendapat penanganan yang tepat," tuturnya.

Pilihannya pun tepat. Dokter FKTP memberi tahu efek bila skoliosis tidak segera ditangani dengan baik maka bisa mengancam masa depan anak.

Pasalnya, skoliosis bisa menyebabkan kerusakan sendi dan saraf tulang belakang yang dapat mengakibatkan nyeri berkepanjangan. Selain itu, dapat mengganggu aktivitas. Bahkan bisa membuat sesak nafas.

Nawan pun tercerahkan. Di sisi lain, Nawan merasakan pelayanan yang memuaskan. Hal ini membuatnya semakin mantap menempuh jalur medis untuk kebaikan buah hatinya.

"Dan ternyata, anak saya skoliosis sejak lahir. Dokter klinik langsung merujuk anak saya ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut," imbuhnya.

Rujukan itu benar-benar dimanfaatkan Nawan untuk melihat separah apa skoliosis yang dialami putranya.

Di rumah sakit, sang anak menjalani prosedur foto rontgen untuk mendapatkan gambaran tulang belakang menggunakan sinar X.

Rumah sakit di Kota Magelang itu juga kembali merujuk anaknya ke Rumah Sakit Sardjito. Di rumah sakit Jogjakarta ini, kondisi tulang anaknya kembali diperiksa. Selanjutnya dokter menentukan jenis terapi yang diberikan untuk anaknya itu.

"Sejak terapi, kondisi tulang anak saya makin lempeng," akunya.

Meski pakai JKN dan berobat gratis, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan juga memfasilitasi brace untuk skoliosis.

Brace merupakan alat penyangga punggung yang berbentuk korset. Alat ini digunakan untuk menopang tulang punggung, agar tetap lurus.

"Selain dapat gratis, saya juga membeli brace secara mandiri untuk ganti-ganti," terangnya.

Setidaknya ia sudah puluhan kali bolak-balik ke rumah sakit. Sekarang anaknya sudah duduk di bangku sekolah dasar. Anaknya lebih percaya diri.

Ia tidak bisa membayangkan berobat tanpa JKN. Pastilah akan menggulung perekonomian keluarganya.

"Setiap terima rincian pelayanan, sering saya lihat. Sekali kontrol mencapai jutaan. Tapi pakai JKN, semua gratis. Saya nggak kebayang berobat tanpa JKN," ucapnya.

Ia juga membuktikan bahwa berobat dengan JKN benar-benar tanpa tambahan biaya apapun. Ia juga menerima pelayanan yang setara. Bahkan dulu, ia merupakan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI). Sementara sekarang merupakan peserta Pekerja Penerima Upah (PPU).

"Antara dulu dan sekarang, tidak ada diskriminasi pelayanan. Sekarang justru pelayanannya makin bagus, karena lebih cepat, lebih mudah, ada antrean online, rujukannya juga bisa online," paparnya.

Ia berharap, program baik ini terus berkelanjutan. Pelayanannya semakin ditingkatkan. Ia juga ingin semakin banyak masyarakat yang terlindungi program JKN. "Program ini baik, karena yang sehat membantu yang sakit. Bahkan yang sakit juga ikut membantu yang sakit," terangnya.

Program JKN dirasakan melatih diri menjadi orang ikhlas dan senang berderma. Karena keikutsertaan dalam program JKN, tidak hanya untuk melindungi diri sendiri dan keluarga, tapi juga untuk membantu orang lain yang membutuhkan pengobatan untuk sebuah kesembuhan. (put/web/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#BPJS KESEHATAN #jaminan kesehatan nasional