Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sejarah Toko Oleh-Oleh Nyonya Pang Muntilan yang Legendaris, Makin Terkenal setelah Disebut di Film Gadis Kretek

Magang Radar Semarang • Minggu, 11 Februari 2024 | 17:42 WIB

Toko oleh-oleh Nyonya Pang di Muntilan, salah satu toko legendaris yang menjual beragam kue tradisional. Rosita Arba’ati/Jawa Pos Radar Semarang
Toko oleh-oleh Nyonya Pang di Muntilan, salah satu toko legendaris yang menjual beragam kue tradisional. Rosita Arba’ati/Jawa Pos Radar Semarang
 

RADARSEMARANG.ID, Muntilan - Toko Oleh-Oleh dan Jajanan Pasar Nyonya Pang merupakan salah satu toko legendaris di Magelang.

Toko yang terletak di Jl Pemuda no.71, Muntilan, Kabupaten Magelang ini didirikan pada 1950. Saat ini dikelola generasi ke-6.

Toko Nyonya Pang sempat viral karena disebut-sebut dalam novel Gadis Kretek yang kemudian diangkat dalam serial film Netflix dibintangi Dian Sastro.

Sejarah berawal pada 1912 ketika Lauw Ing Tjo membuat dan menjual jenang dodol untuk menghidupi keluarganya di Muntilan, Magelang.

Lauw Ing Tjo adalah generasi kedua, sementara generasi pertama bernama Lauw Ki Pang yang merupakan ibu mertuanya. Untuk menghormati ibu mertuanya, jenang dodol itu diberi merek Nyonya Pang.

Awalnya keluarga ini menjual jenang dodol sebatas pesanan seperti untuk hajatan, mitoni dan lainnya.

Karena masyarakat menyukai dodol Nyonya Pang, akhirnya diputuskan berjualan berkeliling sekitar Muntilan memakai tenong (semacam wadah dari anyaman bambu). Berkeliling dari rumah ke rumah.

Pada 1950 diputuskan membuka toko di rumah untuk berjualan jenang, dodol, jajan tradisional lainnya.

Juga ada sembako maupun buah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Awalnya, rumah bagian depan untuk berjualan, yang belakang tempat tinggal.

Masyarakat sekitar sering menyebutnya sebagai toko Nyah Pang (Nyonya Pang) hingga pada tahun 1970 dibuatkan plang nama. Agar masyarakat sekitar atau yang hanya sekadar lewat menjadi tahu nama toko tersebut.

 Baca Juga: Profil Aktor Legendaris Jet Li yang Bakal Beradu Peran dengan Iko Uwais dalam Film Nonstop

Toko ini menjual aneka jenang dodol, krasikan, tape ketan, wajik, dan jajanan pasar tradisional lainnya.

Masih bertahan hingga 74 tahun karena, pengelola tetap mempertahankan kualitas cita rasa.

“Harus mempertahankan kualitas supaya pelanggan tidak kecewa. Agar pelanggan kembali lagi, karena disayangkan apabila pelanggan datang hanya sekali saja,” ujar Imanuel Jeffery Leevianto, 32,  pemilik Toko Oleh-Oleh Nyonya Pang generasi keenam.

Toko Oleh-Oleh Nyonya Pang mengikuti perkembangan zaman seperti membuat media sosial Instagram agar anak-anak muda tertarik dan lebih mengenal jajanan tradisional. Konsumen Toko Oleh-Oleh Nyonya Pang kebanyakan dari Muntilan, Jogja dan Magelang.

Namun jika musim liburan, pelanggan datang dari bermacam-macam daerah seperti, Lampung, Surabaya, dan Jakarta.

Jeffery mengatakan, pelanggan biasanya dulu pernah tinggal di Muntilan atau orang tuanya pernah tinggal di Muntilan.

“Sekarang sudah pindah keluar kota, dan jika punya kesempatan untuk pulang pasti mampir ke sini. Tipe konsumen kami adalah dari generasi ke generasi,” ujarnya.  

 Baca Juga: Menikmati Segarnya Semangkuk Es Legendaris di Magelang

Sejak disebut-sebut dalam novel Gadis Kretek kemudian difilmkan, toko Nyonya Pang bertambah ramai.

“Toko semakin ramai banyak pelanggan baru. Bahkan saat liburan kemarin suasana toko ramai sekali. Kita tidak tahu mereka datang karena Gadis Kretek atau karena sudah biasa. Namun Desember kemarin benar-benar jauh lebih ramai dari liburan di tahun-tahun sebelumnya,” ujar Jeffery.

Ia ingin jajanan tradisional juga dapat menyasar ke tempat yang kekinian dan modern. Maka, Desember 2023 buka cabang pertamanya di Pakuwon Mall Jogja. Produksinya tetap di Muntilan, setiap hari mengirim makanan ke store Mall Pakuwon Jogja.

Seorang pembeli Meilin, 53, bersama anaknya, Chika Amelia, 22, dari Semarang mengaku sudah menjadi pelanggan tetap.

“Kita memang biasanya mampir ke sini kalau habis liburan dari Jogja atau Magelang,” ujar Chika.

Meilin mengungkapkan sejak dulu keluarganya sering beli oleh-oleh dan kue di Nyonya Pang. Dahulu Meilin tinggal di Muntilan. Setelah menikah, ikut suaminya, tinggal di Semarang.

Menurut Meilin, citarasa kue di sini otentik. Harganya masih terjangkau mereka.  Jenis-jenis kue dan makanan lain banyak pilihannya. Pengakuan dia, citarasa  jenang dodolnya sangat enak. Tidak berubah dari dulu.

“Kuenya di sini enak-enak. Seperti ada yang khas daripada lainnya. Banyak juga  jenis oleh-olehnya. Ada gorengan-gorengan yang enak juga. Untuk dodol, dari dulu rasanya tidak berubah, masih enak dan teksturnya kenyal,” imbuh Meilin. (mg1/mg2/mg3/ton)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Magelang #Nyonya Pang #legendaris