Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sembilan FKTP di Magelang dan Temanggung Capai Skrining Kesehatan Tertinggi

Puput Puspitasari • Rabu, 22 November 2023 | 16:05 WIB

 

BPJS Kesehatan Cabang Magelang memberikan penghargaan kepada FKTP dengan capaian skrining kesehatan tertinggi, Selasa (21/11/2023). PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR SEMARANG
BPJS Kesehatan Cabang Magelang memberikan penghargaan kepada FKTP dengan capaian skrining kesehatan tertinggi, Selasa (21/11/2023). PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID, Magelang - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memberikan penghargaan Bulan Skrining Kesehatan kepada sembilan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di wilayah kantor cabang Magelang, Selasa (21/11/2023).

FKTP itu terdiri dari klinik, dokter praktik perorangan (DPP), dan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas).

FKTP itu adalah Klinik Kauman (Kabupaten Magelang), Klinik Daqu Sehat (Kabupaten Magelang), Klinik Griya Medika (Kabupaten Magelang). Sementara DPP penerima penghargaan adalah dr Lilis Yunaida (Kabupaten Magelang), dr A Ichsan Syarif (Kabupaten Magelang), dr Luciana Dewi (Kabupaten Temanggung).

Lalu Puskesmas Tegalrejo (Kabupaten Magelang), Puskesmas Kaliangkrik (Kabupaten Magelang), Puskesmas Bandongan (Kabupaten Magelang).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang Irfan Qadarusman menyebut, kegiatan ini mendukung penguatan pelayanan promotif dan preventif bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) melalui kegiatan skrining.

Menurutnya, skrining kesehatan memiliki manfaat besar untuk mendeteksi penyakit secara dini.

“Jika risiko penyakit bisa diketahui lebih awal, maka penyakit itu bisa ditangani lebih cepat dan mencegah kesehatan jatuh pada kondisi yang lebih buruk,” tutur Irfan di kantornya.

Menurut dia, penyakit pada stadium yang sulit disembuhkan bukan saja memengaruhi kesehatan dan produktivitas pasien. Tapi juga memengaruhi tingginya biaya kesehatan yang dikeluarkan BPJS Kesehatan.

“Semakin parah kondisi kesehatan pasien, maka biaya pengobatannya jauh lebih mahal ketimbang pembiayaan pengobatan pada penyakit-penyakit yang masih kategori ringan atau sedang,” terangnya.

Ia mencontohkan, penyakit kanker stadium awal lebih mudah disembuhkan. Namun jika memasuki stadium akhir, biayanya menjadi mahal karena membutuhkan serangkain pengobatan dan tindakan medis yang banyak, serta membutuhkan jangka waktu pengobatan yang lama.

“Tentunya dengan skrining kesehatan, kita ingin meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Begitu ketemu penyakitnya, langsung ditangani, sehingga pasien bisa sembuh dan kembali produktif,” imbuhnya.

Kepala Seksi Pembiayaan dan Pelayanan Kesehatan Tradisional Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang Bambang Prihutomo menyelamati FKTP peraih penghargaan Bulan Skrining Kesehatan.

Apresiasi tersebut diyakini dapat meningkatkan semangat FKTP untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.

“Kita juga mendorong Puskesmas lainnya untuk meningkatkan skrining kesehatan bagi pasien-pasien mereka,” imbuhnya.

Kepala Dinkes Kota Magelang dr Istikomah menyebutkan, skrining kesehatan merupakan pilar transformasi kesehatan di Indonesia.

Skrining kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN dapat mendeteksi penyakit tidak menular (PTM), bahkan untuk penyakit-penyakit berisiko menular sekalipun.

Untuk menyukseskan skrining kesehatan, kata Isti, fasilitas kesehatan (faskes) dan BPJS Kesehatan harus saling berkolaborasi. Ia berharap, capaian skrining kesehatan di FKTP bisa merata.

“Semoga semangatnya, konsistensinya bisa bersama-sama dilakukan teman-teman FKTP. Sehingga tidak ada FKTP dengan capaian skrining yang terlalu rendah,” ungkapnya.

Kepala Puskesmas Kaliangkrik Ferry Ali Setiyanto berpendapat, penerapan skrining kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN memiliki tantangan tersendiri bagi pihaknya.

Kaliangkrik merupakan wilayah yang jauh dari perkotaan dan belum semua masyarakatnya melek akan teknologi.

Namun hal itu tidak mematahkan semangatnya untuk melaksanakan skrining kesehatan bagi pasien.

“Kita membentuk tim khusus yang membantu pasien-pasien untuk melakukan skrining kesehatan. Ketika mereka mendaftar pelayanan dan belum melakukan skrining, maka kita arahkan ke customer service (CS) untuk melakukan skrining terlebih dulu,” jelasnya.

Cara ini efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Kaliangkrik agar lebih peduli terhadap kesehatan mereka. Sekaligus menjadi upayanya dalam menyosialisasikan penggunaan aplikasi Mobile JKN.

Skrining kesehatan juga dilaksanakan pada kegiatan-kegiatan di luar puskesmas. Seperti di Posbindu, Posyandu Lansia, dan lainnya.

Kemudian melakukan inovasi Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular Sore Hari (Tandu PTM Sohari).

Kepala Klinik Daqu Sehat Magelang dr Karovina Yulita menambahkan, pihaknya juga menambah meja pelayanan pendaftaran pasien.

Yang semula hanya dua, kemudian menjadi empat meja pendaftaran. Salah satunya digunakan untuk pelayanan skrining kesehatan.

“Inovasi ini untuk memecah antrean, sehingga pelayanan cepat, dan tidak menumpuk,” imbuhnya.

Pihaknya pun bangga mendapatkan penghargaan dari BPJS Kesehatan atas capaian skrining kesehatan bagi pasien. Penghargaan ini memotivasi pihaknya untuk memberikan pelayanan yang lebih baik. (put/web/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#BPJS #kesehatan #FKTP