Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Komunitas Pegiat Literasi Tidar Siapkan Lomba Pantun untuk Kado Kota Magelang

Magang Radar Semarang • Minggu, 8 Oktober 2023 | 18:13 WIB

Pegiat Literasi Tidar (Pelita) aktif adakan kegiatan untuk tingkatkan budaya literasi di Kota Magelang.
Pegiat Literasi Tidar (Pelita) aktif adakan kegiatan untuk tingkatkan budaya literasi di Kota Magelang.
  

RADARSEMARANG.ID - Belum membudayanya literasi di masyarakat memantik semangat Fuzna Marzuqoh dan beberapa kawannya membentuk komunitas peduli literasi. Namanya Pelita (Pegiat Literasi Tidar).

Tepatnya 1 Maret 2023, Pelita dibentuk. Diketuai Fuzna Marzuqoh. Ia bercerita, Pelita digawangi oleh beberapa orang yang berprofesi sebagai konten kreator, penulis buku, dan pelatih.

Termasuk ia yang sudah berhasil menulis 36 buku sekaligus seorang konten kreator.“Kita para pendiri memiliki kesamaan profesi dan visi,” kata Fuzna kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pembentukan ini diawali dengan diskusi, bagaimana cara menghidupkan Kota Magelang dari sisi yang lain, yakni literasi. Supaya nanti banyak masyarakat yang bisa mengambil pelajaran dari kegiatan-kegiatan Pelita.

Setelah dibentuk, anggota Pelita bergerak maraton untuk memasyarakatkan literasi. Di antaranya menggelar bedah buku. Buku yang dibedah merupakan salah satu karya dari anggota. “

Kita bedah buku dari anggota kita, judulnya “Laki Zone”. Bulan Oktober kita akan bedah buku “Jalan Tol untuk Menuju Kebahagiaan”,” bebernya.

Melalui beberapa kegiatan, Pelita dikenal masyarakat. Belum genap setahun dibentuk, anggota inti mencapai 30 orang.

Kata Fuzna, Pelita menjadi wadah para anggotanya agar lebih berdaya. Karena itu, setiap kegiatan, pemateri atau pembicara merupakan anggota Pelita sendiri.

“Kita (anggota, Red) juga sering berdiskusi melalui daring dan juga satu bulan sekali mengadakan kegiatan literasi,” katanya.

Fuzna memaparkan agenda kegiatan Pelita tahun ini. November mendatang, dilaksanakan pelatihan berbicara di depan umum atau public speaking. Desember ada bincang-bincang sejarah.

“Jadi kita akan mengenal huruf Sansekerta, huruf Jawa kuno, termasuk peninggalan-peninggalan sejarah. Karena itu pun juga perjalanan literasi,” paparnya.

Menariknya, tahun depan Pelita akan mengadakan lomba pantun tentang Magelang. Yang rencananya akan dijadikan buku dan diterbitkan pada saat Hari Ulang Tahun Kota Magelang, 11 April 2024.

Pelita juga bekerja sama dengan Perpustakaan Umum Kota Magelang untuk pelaksanaan program Kecil – Kecil Punya Karya (KKPK). Pelita membantu keinginan insan yang ingin punya karya.

Sebagai seorang penulis, Fuzna memberikan tips untuk memulai menulis buku. Jalan paling mudah adalah menuliskan apa yang ada di pikiran, kemudian disaring, ditata secara estetika bahasa. Ia harap, tips itu membantu.

Dengan menyasar semua kalangan, Pelita bersemangat tingkatkan literasi. Pihaknya terbuka dengan siapapun yang ini bergabung menjadi anggota.

Asal mempunyai kecintaan terhadap literasi dan mau berkorban untuk menjadi relawan literasi. Warga luar Kota Magelang pun diterima.

Anggota Pelita, Bagus Krishna Sutrasta Agastya mengaku senang menemukan komunitas ini. Pria yang juga penulis buku ini mendapat banyak pelajaran sejak bergabung dengan Pelita. “Dari Pelita saya belajar komunikasi dan organisasi, serta menambah wawasan,” tuturnya.

Ia merasa banyak ide–ide belum tersalurkan. Pelita lah tempat untuk menyalurkannya. Komunitas ini juga dirasa berbeda. Karena semua anggota sama-sama saling belajar.

“Kita membimbing dan dibimbing. Yang bisa mengajarkan yang belum bisa. Yang sudah bisa akan menjadi lebih bisa,” jelasnya. (mg22/put/ton)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Magelang #Pegiat literasi