RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Sangha Theravada Indonesia (STI) bersama keluarga Buddhis Theravada Indonesia kembali menggelar Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) dan Asalha Mahapuja 2567/2023.
Kegiatan ini diikuti oleh sedikitnya 1.530 umat Buddha, dan akan berlangsung hingga Minggu (23/7) besok di Taman Lumbini, Kompleks Candi Borobudur.
Kegiatan ITC diisi pembacaan teks-teks kitab suci agama Buddha atau Tipitaka berbahasa Pali. Pesertanya para biksu, samanera, atthasilani, dan umat Buddha.
Mereka juga melaksanakan puasa atthasila selama tiga hari. Puncak kegiatan ini pada Minggu besok akan diakhiri dengan Puja Hari Raya Asadha atau Asalha Mahapuja 2567/2023 yang bakal diikuti oleh 5.000 umat Buddha dari Jogja dan Jateng, serta perwakilan Umat Buddha dari seluruh Indonesia.
Kepala Sangha (Sanghapamokha) Sangha Theravada Indonesia Bhikkhu Sri Pannyavaro Mahathera mengatakan, kegiatan ini telah menjadi event tahunan Borobudur.
Ini selaras dengan upaya pemerintah menjadikan Borobudur sebagai pusat tempat ibadah umat Buddha dunia.
“Kegiatan ini juga untuk memperingati peristiwa Khotbah Sang Buddha untuk pertama kali kepada lima orang pertapa,” katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Menurut dia, selain Tri Suci Waisak, hari raya ini juga sangat penting dalam Agama Buddha. Sehingga pantas diperingati oleh Umat Buddha di berbagai tempat ibadah agama Buddha, termasuk di Candi Borobudur.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengapresiasi jalannya pelaksanaan ITC dan Asalha Mahapuja di Candi Borobudur. Dia berharap, kegiatan ini dapat terlaksana setiap tahunnya.
“Bagi yang mau wisata silakan. Mari kita sepakat untuk menjaga candi. Juga memberikan akses untuk ibadah umat Buddha,” ujarnya. (rfk/aro)
Editor : Agus AP