Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Alif Maryono Saksikan Tari Kuntulan Ciptaannya Secara Kolosal

Puput Puspitasari • Selasa, 18 Juli 2023 | 22:11 WIB
MENJAGA TRADISI: Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz bersama ribuan siswa saat menarikan Tari Kuntulan di TKL Ecopark, Minggu (16/7). (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)
MENJAGA TRADISI: Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz bersama ribuan siswa saat menarikan Tari Kuntulan di TKL Ecopark, Minggu (16/7). (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Ribuan pelajar menarikan Tari Kuntulan di hadapan pencipta tari, Alif Maryono, di Taman Kyai Langgeng (TKL) Ecopark.

Tarian kolosal ini sekaligus menandai peluncuran pentas seni yang akan digelar tiap hari Minggu di TKL Ecopark.

Alif Maryono merasa momen ini menjadi kado istimewa di usianya ke-82 tahun. Ia bahagia, karena Pemkot Magelang dan masyarakat ikut melestarikan kesenian rakyat.

Ia berharap, tariannya itu terus ‘hidup’ dan berkembang di masa-masa yang akan datang.

“Semoga sepeninggal saya, tarian ini terus berkembang,” tutur Alif di TKL Ecopark, Minggu (16/7).

Pada kesempatan itu, Alif Maryono menyampaikan banyak cerita yang sarat makna. Dahulu, sesuai Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) tentang Seni Budaya, terdapat amanah pelestarian, dokumentasi, dan pementasan.

Setelah peristiwa G30S/PKI sekitar tahun 1965, kegiatan seni dan budaya nyaris tidak dihelat. Kala itu, ada kekhawatiran tertentu.

Alif yang saat itu bertugas di Dinas Pendidikan Nasional, merasa terdorong agar kesenian rakyat tidak mati dan terus berkembang.

“Saya cari bibit-bibit tari. Lalu menemukan Tari Kuntulan di Gebalan. Saat itu, ditarikan oleh penari laki-laki, durasinya semalam suntuk. Lalu kita “peras” menjadi 30 menit, lalu 7 menit, dan 5 menit,” tutur Alif bercerita.

Menjadi sebuah kebanggaan, Kelompok Tari Kuntulan karya Alif menyabet sejumlah prestasi. Di antaranya, juara 1 Lomba Pelestarian Kesenian Rakyat se-Jawa dan Bali, serta Juara 1 Parade Seni Provinsi Jawa Tengah.

Wali Kota Magelang dr  Muchamad Nur Aziz pun mengajak jajarannya untuk menarikan Tari Kuntulan. Ia katakan, Tari Kuntulan adalah tarian khas Kota Magelang.

Pencipta tari ini adalah warga asli Kota Magelang. Gerakan tarian ini menggambarkan perjuangan Pangeran Diponegoro.

“Masyarakat bersyukur memiliki Pangeran Diponegoro yang menjadi teladan melawan penjajah. Kalau sekarang yang dilawan adalah kebodohan dan kemiskinan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, ia mengajak generasi muda Kota Magelang untuk melestarikan budaya lokal. Tidak terkecuali TKL Ecopark sebagai objek wisata andalan Kota Magelang dan sekitarnya.

Dirinya pun memberikan piagam penghargaan kepada Alif Maryono atas dedikasinya dalam mendukung berkembangnya seni budaya di Kota Magelang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang Imam Baihaqi menjelaskan, pentas seni Tari Kuntulan diikuti 1.000 peserta. Meliputi pelajar SD, SMP, dan penari dari sanggar-sanggar tari di Kota Magelang.

Kegiatan ini diakui untuk menghidupkan kesenian di Kota Magelang, serta mengenalkan siapa pencipta Tari Kuntulan.

“Kegiatan ini untuk menghargai penciptanya, karena selama ini anak-anak tidak ada yang tahu, maka kita hadirkan langsung penciptanya, agar mereka memperagakan sehingga ada ketertarikan,” jelas Imam.

Pihaknya akan konsisten mengenalkan Tari Kuntulan kepada masyarakat Kota Magelang. Tari ini akan dibawakan dalam acara-acara khusus, agar masyarakat Kota Magelang semakin bangga memiliki Tari Kuntulan. (put/aro)

Editor : Agus AP
#Taman Kyai Langgeng #Pemkot Magelang #Tari Kuntulan