RADARSEMARANG.ID, Magelang – Para duta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Magelang mengikuti donor darah dalam rangka menyambut hari ulang tahun (HUT) ke-55 BPJS Kesehatan, Selasa, (11/7), di kantor pelayanan setempat. Kegiatan ini wujud kepedulian dan dukungan BPJS Kesehatan terhadap kegiatan sosial yang berdampak positif bagi masyarakat.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang Irfan Qadarusman mengungkapkan, kegiatan donor darah memiliki peran penting dalam dunia kesehatan. Kata Irfan, darah yang didonorkan menjadi sumber kehidupan bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah.
Diantaranya yang menderita penyakit kronis, korban kecelakaan, serta mereka yang menjalani prosedur operasi. Kegiatan seperti ini juga tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima donor darah, tetapi juga bagi para pendonor itu sendiri.
“Selain berkontribusi membantu sesama, para Duta BPJS Kesehatan yang melakukan donor darah akan mendapatkan manfaat kesehatan setelahnya,” ungkap Irfan ditemui di kantornya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi mutu layanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk mencapai bangsa Indonesia yang semakin sehat. Semangat ini selaras dengan tema HUT ke-55, yakni “Transformasi Mutu Layanan, Komitmen Bersama Demi Kesejahteraan Bangsa”. Pihaknya pun terus berupaya memberikan layanan terbaik dengan mengembangkan beragam inovasi untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat.
“Tujuannya agar derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat semakin mumpuni, sehingga dapat berkontribusi lebih dalam memajukan kesehatan bangsa Indonesia,” imbuhnya Irfan.
Melalui kegiatan donor darah ini pula, BPJS Kesehatan menunjukkan eksistensinya tidak hanya menjadi lembaga negara dalam penyelenggaraan jaminan kesehatan, tetapi juga menjadi bagian yang peduli dan berkontribusi dalam memajukan kesehatan bangsa Indonesia.
Kegiatan ini juga sejalan dengan program-program yang dilaksanakan BPJS Kesehatan. Seperti penyuluhan kesehatan, kegiatan sosial, pemberian bantuan kepada masyarakat kurang mampu.
Sementara itu, relawan UDD PMI Kota Magelang, Achadika Agus KP berharap kegiatan serupa diikuti oleh instansi-instansi lainnya. Pasalnya, kegiatan donor darah seperti ini dapat membantu menjaga persediaan darah di PMI.
Apalagi PMI Kota Magelang tidak hanya melayani di wilayah kotanya saja, tapi sampai ke luar kota. Ia mencontohkan, salah satu rumah sakit di Kota Magelang ada yang meminta 400-500 kantong darah per bulannya untuk kebutuhan medis.
“Itu baru dari satu rumah sakit, padahal ada banyak rumah sakit di dalam kota dan luar Kota Magelang yang juga meminta kepada kami,” ujarnya.
Tapi beruntung, kesadaran penduduk Kota Magelang mendonorkan darahnya terbilang tinggi. Sehingga pihaknya bisa memenuhi kebutuhan permintaan darah.
Per Selasa, (11/7), stok darah di PMI Kota Magelang sebanyak 89 kantong darah lengkap atau whole blood (WB). Terdiri dari golongan darah A ada 16 kantong, B 32 kantong, O 41 kantong, sedangkan AB kosong.
“Setelah kegiatan donor darah ini, jumlahnya akan bertambah,” imbuh Agus—sapaan akrabnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Pencari Pelestari Donor Darah Sukarela (P2D2S) itu menambahkan, donor darah berdampak kesehatan bagi pendonornya. Sekali donor darah, empat parameter kesehatan akan dicek sekaligus guna mengetahui adanya risiko infeksi menular lewat transfusi darah.
Pemeriksaan ini gratis. Adapun yang diuji adalah parameter penyakit sifilis, hepatitis B, hepatitis C, dan HIV.
“Kita akan menginformasikan hasilnya kepada pendonor, apabila diketahui adanya risiko penyakit itu. Pelayanan ini tidak berbayar,” terangnya.
Yang lebih mulia lagi, setiap pendonor akan menolong hidup orang lain. Satu kantong whole blood dapat menolong satu nyawa. Namun dari satu kantong darah yang didonorkan itu, juga bisa dipecah menjadi tiga komponen penting yang dibutuhkan manusia. Yakni bagian sel darah, plasma darah, maupun trombositnya.
“Artinya, satu kantong darah yang didonorkan juga bisa untuk menolong tiga orang,” pungkasnya. (web/put/bas)
Editor : Baskoro Septiadi