Pemilik usaha Sumber Makmur Jok, Hery, mengakui jika shelter penampungan sempit. Beberapa barang dagangan terpaksa di simpan di rumah. Seperti spon untuk jok motor yang potongannya cukup besar. "Kalau saya taruh sini, nggak muat. Beberapa barang saja yang bisa saya display," akunya.
Ia mengakui seminggu pindah sudah merasakan perubahan tingkat kunjungan pembeli. Lebih sepi dari biasanya. Padahal sebelumnya, ia sudah memberi tahu pelanggannya bahwa akan pindah sementara. Tapi tetap saja ia banyak kehilangan pelanggan.
"Ya takutan kehilangan pelanggan, tapi mau gimana lagi. Ya sudah, pasrah," ungkapnya. Sambil mengamplas jok motor yang ditunggu pelanggannya.
Ia berharap, pemkot kembali memikirkan kelayakan selter penampungan. Bukan hanya karena ukurannya kecil sekitar 3x3 meter, tapi sangat panas dan kurang layak. Dari segi keamanan masih kurang. “Shelter dibuat dari bahan GRC. Sekali tendang pasti jebol," tambahnya.
Pengunjung shelter, Andi, merasakan panas ketika menunggu joknya selesai dikerjakan. Beruntung, pemilik kios menyediakan kipas angin. Sebagian besar pedagang juga memilih menutup kios. (put/fth) Editor : Agus AP