Terbaru, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menata trotoar di Jalan Diponegoro. Trotoar ini siap digunakan pejalan kaki.
Pantauan koran ini, trotoar di Jalan Diponegoro tampak luas dan rapi. Lebih estetik dengan penempatan bollard bola yang bisa digunakan warga duduk-duduk santai. Selain itu bisa juga menjadi properti untuk foto.
Kepala DPUPR Kota Magelang MS Kurniawan mengakui, konsep penataan trotoar memadukan unsur kenyamanan, keamanan, kerapian, dan estetika. Sehingga pemandangan jalanan tidak terkesan menjenuhkan.
“Jumlah trotoar di Kota Magelang sudah hampir 70 persen, tentunya disesuaikan dengan kelas jalannya,”aku Wawan—sapaan akrabnya, kemarin.
Kelas jalan yang dimaksud seperti jalan arteri primer, sekunder, jalan kota, dan mempertimbangkan luas minimumnya. Wawan menegaskan, tidak semua jalan diberi trotoar.
“Pada saat pembuatan trotoar juga harus memerhatikan, apakah jalan itu harus dilebarkan atau tidak,” imbuhnya.
Pertimbangan lainnya merujuk pada aturan mana yang mewajibkan ada dan tidaknya trotoar. Salah satu daerah yang wajib ada trotoarnya adalah di area pendidikan seperti sekolah, maupun tempat-tempat di sektor pariwisata.
“Gunanya untuk memudahkan dan mengamankan akses jalan oleh para siswa dan pengunjung, agar tidak melewati badan jalan,” jelasnya.
Wawan mengatakan di Jalan Cempaka—daerah wisata Taman Kyai Langgeng (TKL) Ecopark belum disediakan trotoar. Para pengunjung kerap melewati badan jalan. Sehingga DPUPR merancang pembangunan trotoar di kawasan TKL Ecopark.
“Tahun 2023 ini (dikerjakan, Red), dengan menggunakan dana dari APBD Rp 2 miliar,” bebernya.
Astin, 25, pengguna Jalan Diponegoro mengapresiasi pemkot membenahi trotoar. “Kalau mau naik angkot nggak perlu jalan terlalu jauh ke halte buat cari tempat duduk, atau nunggu di warung. Tinggal duduk di sini saja (bollard bola, Red), nyaman kok,” akunya. (mg8/put/lis) Editor : Agus AP