Kepala Museum BPK RI Dicky Dewarijanto mengatakan, kegiatan ini untuk membangun karakter generasi muda agar mencintai museum. Serta bangga dengan keanekaragaman budaya.
“Di samping itu, kami juga ingin menjadi media untuk meningkatkan sinergitas antara museum dengan komunitas yang ada di Kota Magelang. Salah satunya menyediakan sarana untuk mengadakan kegiatan bersama,” jelas Dicky kepada Radar Magelang.
Pihaknya menyediakan stan untuk para komunitas di Kota Magelang, sehingga bisa menunjukkan hasil karyanya. Ada 16 komunitas di Kota Magelang dan tiga stan UMKM. Dua dari Kelurahan Magelang dan Cacaban serta dari SMK Negeri 3 Magelang.
Dalam festival ini juga digelar live music, talkshow, workshop, pentas seni, onthel jelajah Magelang, dan berbagai lomba. “Kita ada lomba foto, video, mewarnai, dan karaoke,” ujarnya.
Sementara itu, Bagus Priyana dari Komunitas Kota Tua Magelang (KTM) sangat mengapresiasi acara ini. “Ini juga menjadi bukti sinergitas antara pihak museum dengan para komunitas. Salah satunya dengan Komunitas Kota Tua Magelang,” ujarnya.
Bagus mengatakan, festival bisa menjadi sarana mengenalkan museum sebagai tempat rekreatif dan edukatif pada generasi muda. (rfk/lis) Editor : Agus AP