“Tahun 2022 kita ingin mengikuti kejuaraan di Aliansi Kungfu Tradisional Indonesia (AKTI),” ucap Ketua Umum Kosike Kera Sakti Indonesia Magelang Agus Prastiyono kepada wartawan koran ini di sela-sela kegiatan.
Pihaknya juga ingin mengenalkan kungfu tradisional kepada anak-anak. Bersama dengan Shifu Odi, Kosike Kera Sakti Indonesia Magelang sudah tiga bulan berlatih dasar kungfu tradisional. “Puncaknya pada Minggu ini, dan rencana akan dilanjutkan Januari tahun depan,” jelasnya.
Sebelum latihan peragaan dimulai, Kosike Kera Sakti Indonesia Magelang menggelar pelantikan sabuk kehormatan kepada Shifu Odi. Karena, selama tiga bulan ini sudah ikut bergabung dan berlatih bersama. Ia berharap dengan latihan ini dapat memberikan motivasi kepada anak-anak. Terutama yang baru di sabuk putih. Sedangkan untuk yang sudah sabuk coklat dan hitam, dapat meningkatkan teknik-tekniknya dan bisa meraih prestasi.
Ketua Umum KONI Kota Magelang Ali Sobri Sungkar kagum dengan latihan bersama ini. Ia bisa melihat aset-aset luar biasa yang tidak pernah ditonjolkan bahkan ditampilkan. “Ini menjadi awal yang bagus dari Kosike Kera Sakti Indonesia yang tergabung dalam Sembilan Naga,” ucapnya di sela-sela saat menyaksikan secara langsung latihan bersama dengan Shifu Odi.
Ia mengakui ilmu yang diberikan langsung oleh Shifu Odi sangat bermanfaat bagi seluruh murid. Apalagi Shifu Odi ini merupakan pelatih kungfu tingkat nasional. Ali menjelaskan kosike ini bagian dari wushu sanda dan wushu taolu. Untuk Kota Magelang ini atlet sanda tidak banyak. “Makanya dengan latihan bersama ini, kita bisa tahu bibit-bibit atlet. Dengan itu kita bisa mengarahkan mereka,” jelasnya.
Ia berharap latihan bersama ini akan terus dilaksanakan. Baik satu bulan sekali atau tiga bulan sekali. Karena dengan latihan ini, para pelatih bisa melihat kualitas dari para murid. Ali menambahkan ke depan akan dibuatkan pusat pelatihan wushu di Kota Magelang. (rfk/lis)
Editor : Agus AP