Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mengenal Sosok Evan Satria, Penerus Usaha Toko Oleh-Oleh Endang Jaya Magelang

Agus AP • Jumat, 8 Oktober 2021 | 20:58 WIB
Evan Satria diapit orang tuanya. Ia digadang meneruskan usaha toko oleh-oleh Endang Jaya. (ROFIK SYARIF/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Evan Satria diapit orang tuanya. Ia digadang meneruskan usaha toko oleh-oleh Endang Jaya. (ROFIK SYARIF/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID - Joko Yuwono dan Endang Sri Hartini menunjuk bungsunya Evan Satria untuk meneruskan usaha toko oleh-oleh. Ia berharap toko yang dirintis dari nol akan semakin berkembang di tangan anaknya.

Joko Yuwono dan Endang Sri selalu menanamkan kepada anaknya untuk selalu mengedepankan pelanggan. “Saya selalu memberitahu Evan, kalau pelanggan itu adalah raja. Makanya layanilah pelanggan atau pengunjung seperti memberikan pelayanan kepada seorang raja,” ujarnya.

Hal ini terlihat, saat Joko Yuwono menyapa ramah para pelanggan yang masuk tokonya lalu diikuti semua karyawannya. “Saya memang senang menyapa pembeli. Apalagi orang tua saya juga pengusaha, selalu mengajarkan hal ini kepada saya,” ucapnya.

Joko Yuwono dan Endang Sri Hartini memiliki garis keturunan pengusaha. Joko Yuwono mengatakan mertuanya pengusaha telur yang dikenal dengan nama Bu Joyo Endok atau Joyo Ndok.

“Kalau saya dari Solo. Usaha orang tua saya tembakau dan cengkih.  Makanya saya mengajarkan anak-anak saya untuk menjadi seorang pengusaha,” jelasnya.

Menurut Endang akhir-akhir ini penjualan mengalami penurunan mencapai 80 persen akibat pandemi. Namun  ia bertekad dan yakin pasti penjualan akan mengalami peningkatan dan normal lagi. Selama dua tahun ini tombok banyak untuk memberikan gaji ke karyawan. “Namanya juga usaha pasti pernah tombok,” ujarnya.

Menurutnya ujian ini sudah pernah dilalui di awal-awal membuka usaha. “Dulu pertama kali jualan oleh-oleh kondisinya hampir sama. Kalau pengusaha takut rugi, mending tidak usah menjadi pengusaha. Karena kalau sudah terjun, harus totalitas dan siap tahan banting,” ujarnya kepada wartawan koran ini.

Saat ini dirinya masih mendampingi Evan dalam menjalankan usaha oleh-oleh. Menurut Endang menjadi pengusaha itu tidak seperti orang kuliah, yang bisa dipelajari. Menjadi pedagang itu dari rasa dan pengalaman. “Kalau fill-nya belum dapat akan sedikit susah,” jelasnya.

Sebelum mengarahkan Evan melanjutkan usaha, sebelumnya pernah membuka usaha di Jakarta. Ia mengatakan kepada Evan, boleh membuka usaha di Jakarta. “Tapi hanya lima tahun saja. Habis itu harus pulang ke Magelang,” jelas Endang.

Selain Evan, anaknya nomor dua juga membuka usaha berjualan empek-empek. Darah pengusaha menurun ke anak-anaknya. (rfk/lis) Editor : Agus AP
#Toko oleh-oleh endang jaya