"Kita ingin mengedukasi masyarakat tentang berbagai jenis binatang, dan keunikannya," ucapnya di sela pembukaan pameram hewan kemarin (16/10/2020).
Para pecinta hewan senang bisa kembali berpameran. Pengisi stan reptil dari Komunitas Zona Satwa, Petra mengaku keikutsertaannya dalam pameran, karena termotivasi memecahkan mitos-mitos yang berkembang di masyarakat tentang hewan reptil, ular. Misalnya pertanda seseorang dalam bahaya bila melihat sorotan cahaya pada mata ular hijau.
"Jangan percaya mitos ular. Kita ingin kasih tahu kalau ular itu bisa jinak, meski tidak 100 persen jinak. Bisa dipelihara, bisa dipegang-pegang juga. Mana ular yang berbisa, mana yang tidak," ujar warga Magelang itu.
Di stan reptil, pengunjung bisa melihat ular albino berukuran 3 meter lebih. Kemudian anaconda kuning sepanjang 2 meter, berusia 5 tahun. Stan lainnya ada iguana, sugar glider, ikan cupang, musang, kelinci, tarantula, burung hantu, tokek hias. Ada pula satu stan tanaman hias.
Pengunjung, Dhea Amanda, 17, merasa terhibur datang ke pameran ini. Sejak pandemi, dia belum bebas bepergian jauh. Animaland ini bisa mengobati rindu berkunjung ke kebun binatang atau tempat wisata. Pada pameran itu, pengunjung wajib bermasker, menggunakan handsanitizer yang disediakan mal, serta dicek suhunya. (put/lis/bas) Editor : Agus AP