RADARSEMARANG.ID, Semarang – Seribu pelari memadati jalanan Kota Semarang, Minggu (20/9) pagi. Mereka mengikuti Bank Jateng Friendship Run (BJFR) 5K.
Ajang ini menjadi pemanasan menuju satu dekade Bank Jateng Borobudur Marathon 2026.
Flag off dilakukan pukul 06.00 dari Gedung Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan. Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko turut hadir. Begitu pula pimpinan Harian Kompas dan perwakilan PASI.
Pelari menyusuri Jalan Diponegoro, Jalan Mayjend Sutoyo, SMC Telogorejo, dan Gumaya Tower Hotel. Rute berlanjut ke Jalan Pemuda, Pollux Mall Paragon, dan Jalan Pandanaran. Peserta kemudian kembali ke Jalan Pahlawan untuk finis.
Suasana lintasan semakin meriah dengan penampilan sejumlah penari. Salah satunya berada di depan Lawang Sewu, Jalan Pemuda. Atraksi seni itu menyambut pelari sekaligus memperkenalkan wajah budaya Kota Semarang.
Baca Juga: Megawati Hangestri Ukir Rekor di Hyundai Hillstate, Belum Main tapi Sudah Jadi Sorotan
BJFR Semarang merupakan kota kedua dalam rangkaian “Decade of Legacy”. Sebelumnya, rangkaian dimulai melalui BorMar Menyapa pada 8 Juli. Kemudian dilanjutkan BJFR kota pertama di Boyolali pada 30 Agustus.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, BJFR menjadi pemanasan menuju Borobudur Marathon pada 15 November mendatang. Namun, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menggerakkan ekonomi daerah.
"Ini awal pemanasan dari kegiatan Borobudur Marathon tanggal 15 November," katanya.
Bank Jateng, kata dia, menggandeng UMKM dalam rangkaian kegiatan. "Tidak hanya aspek olahraga, tetapi bagaimana meningkatkan ekonomi baru di wilayah kita dengan UMKM," ujarnya.
Ahmad mencontohkan MTQ Nasional XXXI di Simpang Lima Semarang. Selama sembilan hari, perputaran ekonomi UMKM disebut mencapai Rp16 miliar. Konsep serupa akan diterapkan dalam Borobudur Marathon.
Ia berharap Borobudur Marathon semakin dikenal secara internasional. "Tahun kemarin diikuti 58 negara. Diharapkan akan lebih. Bahkan melebihi ekspektasi tahun kemarin," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko mengatakan, 10 UMKM binaan Bank Jateng dilibatkan dalam BJFR Semarang. Mereka merupakan hasil kurasi lima cabang pembantu Bank Jateng.
"Selain mendukung gaya hidup sehat melalui maraton 5K, kita juga memanfaatkan acara ini agar UMKM dan pelaku usaha kecil bisa naik kelas," jelasnya.
Saat Borobudur Marathon, jumlah peserta diperkirakan mencapai 13.500 pelari. Jumlah itu sekitar 10 kali lipat dari BJFR Semarang. Dampak ekonominya pun diharapkan semakin besar.
"Pelari tidak hanya sendirian. Pasti ada yang mengantar dan menemani. Apalagi banyak dari luar daerah, luar kota maupun negara lain," katanya.
Bambang menyebut perputaran UMKM dari rangkaian awal sudah sekitar Rp100 juta. "Aktivitas hotel, restoran, kafe, kuliner, hingga penjualan jersey juga diproyeksikan ikut bergerak," jelasnya.
Bank Jateng kembali menyiapkan UMKM Pawon untuk Borobudur Marathon. Program tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha menyajikan kuliner khas Magelang dan sekitarnya.
BJFR Semarang pun bukan sekadar lari 5K. Olahraga, budaya, komunitas, dan ekonomi dipertemukan dalam satu lintasan. Semangat itu menjadi bagian dari perjalanan menuju satu dekade Borobudur Marathon pada November mendatang. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi