Mengenal Jali-Jali: Pangan Lokal Tropis dengan Rasa Unik & Cara Mengolahnya yang Mudah

Tasropi • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 13:09 WIB
Tanaman Jali-Jali
Tanaman Jali-Jali

 

RADARSEMARANG.ID,  Di tengah gencarnya kampanye diversifikasi pangan, satu biji-bijian lokal mulai kembali dilirik, jali-jali.

Tanaman ini sudah lama dimanfaatkan masyarakat di berbagai daerah sebagai sumber pangan alternatif. 

Dengan tekstur kenyal, rasa lembut, dan cara tanam yang cocok di iklim tropis, jali-jali berpotensi jadi "beras masa depan" versi Nusantara.

Baca Juga: 5 Macam Apem, Kuliner Nusantara dengan Cara Mengolah dan Asal Daerahnya

Lalu seperti apa rasanya dan bagaimana cara mengolahnya?

Apa Itu Jali-Jali?

Jali-jali adalah tanaman penghasil biji yang termasuk dalam keluarga rumput-rumputan.

Baca Juga: Sinergi Tiga Organisasi di Semarang Luncurkan Gerakan "Seedcycle": Ubah Limbah Biji Buah Jadi Hutan Masa Depan

Bentuk bijinya bulat kecil, keras, dan berwarna putih hingga kecoklatan setelah dikupas. 

Selama ini jali-jali sering dianggap tanaman liar.

Padahal di beberapa daerah, bijinya sudah jadi bahan dasar makanan sejak dulu. 

Kelebihannya: tahan di lahan marginal dan tumbuh baik di daerah beriklim tropis seperti Indonesia.

Jadi tidak butuh perawatan seintensif padi.

Baca Juga: Gurihnya Siomay Bandung RM Ibu Marlina, Khas Rasa Ikan Tenggiri, Kenyal dan Lembut di Mulut

Rasa Unik Jali-Jali: Kenyal dan Lembut

Berbeda dengan beras atau jagung, jali-jali punya karakter rasa dan tekstur tersendiri. 

Setelah direbus hingga empuk, biji jali-jali menghasilkan tekstur kenyal, sedikit pulen, dengan rasa netral yang lembut.

Baca Juga: Kedai Makan Opor Susu Sri Rejeki Semarang, Gurihnya Pas dan Creamy

Karena netral, jali-jali mudah dipadukan dengan bahan manis maupun gurih.

Inilah yang membuat banyak orang mulai menyukainya sebagai alternatif camilan sehat dan pengganti karbohidrat.

4 Cara Mudah Mengolah Jali-Jali di Rumah

Prosesnya tidak ribet. Kuncinya hanya di kupas kulit dan rebus hingga empuk.

Berikut ide pengolahannya:

1. Bubur Jali-Jali Hangat

Rebus biji jali-jali yang sudah dikupas dengan air, gula merah, jahe, dan santan. Sajikan hangat.

Cocok untuk menu sarapan atau takjil.

2. Campuran Minuman & Es

Biji jali-jali rebus bisa jadi topping es campur, es buah, atau dicampur ke dalam minuman hangat seperti wedang.

Memberi sensasi "chewy" yang unik.

3. Campuran Nasi / Bubur

Campurkan jali-jali ke dalam beras saat menanak nasi. Rasanya jadi lebih kenyal dan menambah nilai gizi.

Bisa juga dibuat bubur gurih bersama ayam dan sayur.

Baca Juga: Kapolres Kendal Dibuat Kaget! Ketua DPRD Tiba-Tiba Datang Bawa Kue Ulang Tahun Hari Bhayangkara ke-80

4. Bahan Kue & Makanan Tradisional

Di beberapa daerah, jali-jali dihaluskan lalu dicampur ke adonan kue tradisional, bakwan, atau digoreng dengan bumbu. 

Tips_: Rendam biji jali-jali 2-3 jam sebelum direbus agar lebih cepat empuk.

Kenapa Jali-Jali Mulai Dilirik Lagi?

Ada 3 alasan utama jali-jali kembali naik daun sebagai pangan lokal:

1.  Mudah Tumbuh: Tidak rewel. Cocok di lahan kering dan iklim tropis Indonesia.
2.  Mudah Diolah: Cukup rebus. Tidak butuh teknik khusus. Bisa masuk ke menu modern maupun tradisional.
3.  Keunikan Rasa: Tekstur kenyalnya beda dari biji-bijian lain. Jadi nilai jual tersendiri untuk UMKM kuliner.

Dengan isu ketahanan pangan, jali-jali bisa jadi salah satu opsi untuk mengurangi ketergantungan pada beras dan terigu.

Baca Juga: Jangan Salah Pilih! Ternyata Beras Fortifikasi dan Beras Biofortifikasi Punya Perbedaan Besar, Ini Penjelasannya

Nostalgia Ketahanan Pangan

Jali-jali membuktikan bahwa pangan lokal tidak harus rumit. Rasanya unik, cara mengolahnya mudah, dan bisa tumbuh subur di tanah Indonesia.

Di era sekarang, melirik kembali biji seperti jali-jali bukan cuma soal nostalgia. Tapi juga soal ketahanan pangan dan kreativitas kuliner.(tas)

Editor : Tasropi
jali-jali cara mengolah jali-jali resep jali-jali pangan lokal indonesia biji jali-jali