RADARSEMARANG.ID, Di tengah gencarnya kampanye diversifikasi pangan, satu biji-bijian lokal mulai kembali dilirik, jali-jali.
Tanaman ini sudah lama dimanfaatkan masyarakat di berbagai daerah sebagai sumber pangan alternatif.
Dengan tekstur kenyal, rasa lembut, dan cara tanam yang cocok di iklim tropis, jali-jali berpotensi jadi "beras masa depan" versi Nusantara.
Baca Juga: 5 Macam Apem, Kuliner Nusantara dengan Cara Mengolah dan Asal Daerahnya
Lalu seperti apa rasanya dan bagaimana cara mengolahnya?
Apa Itu Jali-Jali?
Jali-jali adalah tanaman penghasil biji yang termasuk dalam keluarga rumput-rumputan.
Bentuk bijinya bulat kecil, keras, dan berwarna putih hingga kecoklatan setelah dikupas.
Selama ini jali-jali sering dianggap tanaman liar.
Padahal di beberapa daerah, bijinya sudah jadi bahan dasar makanan sejak dulu.
Kelebihannya: tahan di lahan marginal dan tumbuh baik di daerah beriklim tropis seperti Indonesia.
Jadi tidak butuh perawatan seintensif padi.
Baca Juga: Gurihnya Siomay Bandung RM Ibu Marlina, Khas Rasa Ikan Tenggiri, Kenyal dan Lembut di Mulut
Rasa Unik Jali-Jali: Kenyal dan Lembut
Berbeda dengan beras atau jagung, jali-jali punya karakter rasa dan tekstur tersendiri.
Setelah direbus hingga empuk, biji jali-jali menghasilkan tekstur kenyal, sedikit pulen, dengan rasa netral yang lembut.
Baca Juga: Kedai Makan Opor Susu Sri Rejeki Semarang, Gurihnya Pas dan Creamy
Karena netral, jali-jali mudah dipadukan dengan bahan manis maupun gurih.
Inilah yang membuat banyak orang mulai menyukainya sebagai alternatif camilan sehat dan pengganti karbohidrat.
4 Cara Mudah Mengolah Jali-Jali di Rumah
Prosesnya tidak ribet. Kuncinya hanya di kupas kulit dan rebus hingga empuk.
Berikut ide pengolahannya:
1. Bubur Jali-Jali Hangat
Rebus biji jali-jali yang sudah dikupas dengan air, gula merah, jahe, dan santan. Sajikan hangat.
Cocok untuk menu sarapan atau takjil.
2. Campuran Minuman & Es
Biji jali-jali rebus bisa jadi topping es campur, es buah, atau dicampur ke dalam minuman hangat seperti wedang.
Memberi sensasi "chewy" yang unik.
3. Campuran Nasi / Bubur
Campurkan jali-jali ke dalam beras saat menanak nasi. Rasanya jadi lebih kenyal dan menambah nilai gizi.
Bisa juga dibuat bubur gurih bersama ayam dan sayur.
4. Bahan Kue & Makanan Tradisional
Di beberapa daerah, jali-jali dihaluskan lalu dicampur ke adonan kue tradisional, bakwan, atau digoreng dengan bumbu.
Tips_: Rendam biji jali-jali 2-3 jam sebelum direbus agar lebih cepat empuk.
Kenapa Jali-Jali Mulai Dilirik Lagi?
Ada 3 alasan utama jali-jali kembali naik daun sebagai pangan lokal:
1. Mudah Tumbuh: Tidak rewel. Cocok di lahan kering dan iklim tropis Indonesia.
2. Mudah Diolah: Cukup rebus. Tidak butuh teknik khusus. Bisa masuk ke menu modern maupun tradisional.
3. Keunikan Rasa: Tekstur kenyalnya beda dari biji-bijian lain. Jadi nilai jual tersendiri untuk UMKM kuliner.
Dengan isu ketahanan pangan, jali-jali bisa jadi salah satu opsi untuk mengurangi ketergantungan pada beras dan terigu.
Nostalgia Ketahanan Pangan
Jali-jali membuktikan bahwa pangan lokal tidak harus rumit. Rasanya unik, cara mengolahnya mudah, dan bisa tumbuh subur di tanah Indonesia.
Di era sekarang, melirik kembali biji seperti jali-jali bukan cuma soal nostalgia. Tapi juga soal ketahanan pangan dan kreativitas kuliner.(tas)
Editor : Tasropi