8 Perilaku yang Bikin Seseorang Jadi "Teman yang Menyebalkan", Menurut Psikologi

Tasropi • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 10:58 WIB
Teman korban nampak emosi terhadap para tersangka yang melakukan pembunuhan Muhammad Tirza Nugroho Hermawan, 21, mahasiswa Udinus Semarang
Teman korban nampak emosi terhadap para tersangka yang melakukan pembunuhan Muhammad Tirza Nugroho Hermawan, 21, mahasiswa Udinus Semarang

 

RADARSEMARANG.ID, Kita pasti punya kenalan yang rasanya capek banget kalau diajak ngumpul.

Nggak jelas kenapa, tapi tiap ada dia suasananya jadi canggung, tegang, atau orang-orang pelan-pelan menghindar. 

Yang menarik, sebagian besar dari mereka nggak sadar sama sekali. 

Baca Juga: 8 Tipe Teman Toxic yang Harus Dihindari Menurut Psikologi

Menurut psikologi, ada beberapa pola perilaku yang kalau diulang terus-menerus bisa membuat seseorang dicap tidak menyenangkan dalam pergaulan. 

Dilansir dari Geediting, berikut 8 kebiasaan umum yang sering bikin orang lain ilfeel:

 1. Obrolannya Muter di Dia Sendiri Terus

Psikologi menyebutnya self-centered communication.

Cirinya: mendominasi obrolan, bahas pencapaian, masalah, atau opini pribadi tanpa nanya balik.

Akibatnya lawan bicara merasa cuma jadi "tembok" buat curhat dan lama-lama malas dengerin.

2. Hobi Mengoreksi & Meremehkan Orang

Maksudnya mungkin mau "meluruskan", tapi caranya bikin orang lain merasa bodoh. 

Ini berkaitan dengan need for dominance_- keinginan untuk terlihat paling benar dan paling tahu. Dampaknya: orang jadi sungkan ngomong.

Baca Juga: Mayang Kena Tipu! Siasat Busuk Sena dan Mama Vero Pura-Pura Ikhlas Soal Ryan Terbongkar di Terikat Janji Malam Ini Episode 114 25 Juli 2026

3. Pura-pura Dengerin

Disebut pseudo-listening. Orangnya keliatan dengerin, padahal cuma nunggu giliran ngomong atau malah nyela. 

Ini bikin koneksi emosional putus. Rasanya ngobrol sama tembok.

Baca Juga: Dan Harmon dan Heather Anne Campbell Siap Hidupkan Humor One Punch Man pada 2026

4. Humornya Nggak Peka

Ada yang berusaha melucu biar akrab, tapi leluconnya nyindir, ofensif, atau nyenggol hal sensitif.

Dalam psikologi ini disebut aggressive humor.

Alih-alih bikin cair, malah bikin suasana canggung dan sakit hati.

5. Isinya Komplain & Negatif Terus

Pikiran yang fokus ke hal buruk akan nular. Orang yang kerjaannya mengeluh, mengkritik, dan pesimis akan "menghisap" energi positif di sekitarnya. 

Ngobrol 10 menit sama mereka rasanya kayak habis maraton.

Baca Juga: Setya Arinugroho Desak Transparansi Data DTSEN dan Perketat Validasi Penerima KIP Kuliah

6. Haus Validasi & Perhatian

Cirinya: melebih-lebihkan cerita, mancing pujian, atau curhat lebay biar dikasihani.

Ini disebut external locus of validation - merasa berharga hanya kalau dipuji orang.

Kalau kebangetan, orang lain akan merasa dimanfaatkan secara emosional.

Baca Juga: Gaslighting: Manipulasi Emosional Halus yang Sering Terjadi dalam Percakapan Sehari-hari

7. Nggak Punya Batas / Boundary Violations

Suka nanya hal pribadi, ikut campur urusan orang, atau maksa orang curhat padahal belum kenal dekat.

Pelanggaran batas ini bikin orang merasa nggak nyaman dan nggak aman secara psikologis.

8. Tukang Bikin Drama

Punya tipe high-conflict personality. Masalah kecil dibesar-besarkan, gampang tersinggung, suka memutarbalikkan cerita biar jadi pusat perhatian.

Lama-lama orang capek dan milih menjauh.

Baca Juga: Sadari Sakit Tak Bisa Diprediksi, Bela Jaga Keaktifan  Kepesertaan JKN

Lho, Kenapa Mereka Nggak Sadar?

Banyak perilaku ini muncul tanpa sadar. Bisa dari pola asuh, pengalaman masa lalu, atau kebiasaan yang nggak pernah dikritik orang.

Bahkan ada yang ngerasa "aku kan jujur aja" padahal dampaknya bikin orang lain nggak nyaman.

Baca Juga: Nonton Terikat Janji Malam Ini Episode 124: Dipa Sengsara di Penjara, Davina Blak-blakan Ngaku Nyaman Dilindungi Iptu Sena

Biar Nggak Jadi Orang yang Menyebalkan, Gimana?

Psikologi menyarankan beberapa hal sederhana:

1.  Latih Empati: Dengerin buat memahami, bukan buat nunggu giliran jawab.
2.  Kasih Giliran Bicara: Obrolan itu 2 arah, bukan monolog.
3.  Jaga Cara Menyampaikan Kritik: Bisa tegas tapi tetap hormat.
4.  Hormati Privasi: Tanya dulu sebelum bahas topik sensitif.
5.  Minta Feedback: Tanya ke teman dekat, "Gue kalau ngobrol gimana sih?"

Baca Juga: Meningkatkan Keaktifan Siswa dalam Refleksi Layanan BK Online dengan Interaktif Feedback

Jadi orang yang enak diajak bergaul bukan berarti harus sempurna. Kuncinya ada di kesadaran sosial dan kepekaan. 

8 poin di atas bukan vonis bahwa kamu "orang jahat". Tapi kalau disadari dan diperbaiki, hubungan kita dengan orang lain akan jauh lebih sehat, dihargai, dan menyenangkan.(tas)

Editor : Tasropi
suasana canggung Haus Validasi opini pribadi Teman yang Menyebalkan pola asuh