Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Lebih Sehat Mana, Tidur dengan Lampu Menyala Atau Mati? Yuk Kenali Lebih Jauh untuk Tidur yang Efektif

Magang Radar Semarang • Rabu, 24 Juli 2024 | 20:17 WIB
Ilustrasi orang sedang tidur
Ilustrasi orang sedang tidur

RADARSEMARANG.ID - Tidur merupakan salah satu cara bagi manusia untuk mengisi kembali energi yang telah dikeluarkan selama beraktivitas satu hari penuh.

Hal tersebut membuat banyak orang ingin menerapkan pola tidur yang cukup dan efektif agar kondisi tubuh tetap fit serta sehat setiap harinya.

Namun, setiap orang pastinya memiliki cara masing-masing untuk mendapatkan metode pola tidur yang berkualitas, misalnya dengan penggunaan lampu yang menyala maupun mati.

Perdebatan mengenai penggunaan lampu tersebut masih menjadi topik yang menarik dan sering dibahas oleh mayarajat hingga saat ini karena pada akhirnya, kedua hal tersebut tetap membuat banyak orang bisa tidur dengan nyaman.

Penelitian tentang dampak tidur dengan lampu menyala

Menurut Joyce Walsleben, PhD., anggota asosiasi dosen di New York University School of Medicine, yang dikutip dari hallosehat.com, mengungkapkan bahwa ketika tidur menggunakan lampu menyala, cahaya tetap terdeteksi oleh kelopak mata dan otak kita tidak akan memproduksi melatonin.

Melatonin merupakan hormon yang dapat memberikan rasa kantuk pada seseorang sehingga jika produksi melatonin berkurang akan memberi dampak pada pola tidur yang tidak nyenyak dan efektif.

Pada sebagian orang yang sudah terbiasa tidur dengan mematikan lampu, kehadiran cahaya secara tiba-tiba akan sangat mengganggu sehingga orang tersebut akan mudah kaget dan langsung terbangun.

Selain mengakibatkan melatonin berkurang, hal tersebut juga mengakibatkan kortisol atau hormon stress akan mudah naik dan menjadi tinggi.

Dampak yang ditimbulkan karena sering tidur dengan lampu menyala

Tidur dengan lampu menyala secara terus menerus akan menyebabkan kadar kortisol tetap tinggi meskipun tubuh sedang tidak dalam kondisi stres berat.

Kortisol akan membuat hati melepaskan glukosa dalam jumlah besar di dalam tubuh yang berakhir meningkatkan risiko resistensi insulin dan berujung pada diabetes.

Paparan cahaya ruangan saat tubuh sedang tertidur akan memberikan pengaruh pada struktur atau pola tidur makro seseorang tetapi tidak terlalu berpengaruh ke struktur tidur mikro atau kualitas tidur subjektif.

Hal ini mengakibatkan orang tidak menyadari secara langsung perubahan fisiologis yang terjadi di dalam tubuh karena tidak sadar hal tersebut terjadi.

Cara membiasakan diri untuk tidur dengan lampu mati

Melatih secara bertahap dengan membuat kamar menjadi lebih redup, sedikit cahaya atau remang-remang, hingga gelap sempurna.

Melakukan metode perubahaan pencahayaan secara bertahap juga dapat dilakukan setiap 2 sampai 3 hari sekali hingga akhirnya bisa terbiasa tidur dengan lampu mati.

Cara mudah selanjutnya yaitu dengan menggunakan penutup mata atau sleep mask ketika tidur. (mg2/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#diabetes #kortisol #Tidur yang berkualitas #tidur dengan lampu menyala #melatonin