Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kalcer: Fenomena Gaya Hidup Generasi Z yang Mendefinisikan Identitas Budaya

Tasropi • Jumat, 29 Agustus 2025 | 17:22 WIB
KARYA VOKASI : Salah satu karya peserta pelatihan fashion diperagakan dalam Festival Vokasi 2024 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kota Semar
KARYA VOKASI : Salah satu karya peserta pelatihan fashion diperagakan dalam Festival Vokasi 2024 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kota Semar

RADARSEMARANG.ID, Istilah kalcer kini menjadi kata yang tak asing lagi di telinga Generasi Z, terutama di kalangan anak muda urban di Indonesia.

Berasal dari kata bahasa Inggris culture yang berarti budaya, kalcer telah menjelma menjadi fenomena gaya hidup yang mencerminkan identitas, gaya penampilan, dan kebiasaan khas di kalangan anak muda.

Dari jalanan Jakarta Selatan hingga media sosial, kalcer kini jadi simbol ekspresi diri yang unik dan penuh warna.

Apa Itu Kalcer?

Secara maknawi, kalcer merujuk pada golongan anak muda yang memiliki gaya penampilan khas, biasanya terkait dengan budaya atau kebiasaan spesifik di suatu daerah.

Misalnya, anak kalcer Jaksel (Jakarta Selatan) dikenal dengan gaya berpakaian yang mencolok: pakaian oversize yang trendi, sepatu Adidas Samba, dan sering terlihat mengendarai Vespa Matic.

Gaya ini bukan sekadar soal fashion, melainkan cerminan identitas dan cara mereka mengekspresikan diri dalam lingkungan sosial.

Namun, istilah kalcer sering kali disamakan dengan skena, sebuah subkultur lain yang juga populer di kalangan Gen Z.

Meski keduanya memiliki kemiripan, seperti kecenderungan memakai kaos hitam bermotif, celana cargo, dan sepatu Doc Martens, ada nuansa berbeda dalam cara anak kalcer dan skena mempresentasikan diri.

Kalcer lebih menonjolkan identitas budaya lokal, sementara skena sering diasosiasikan dengan komunitas seni atau musik independen.

Ciri Khas Anak Kalcer

Anak kalcer tidak hanya dikenal dari pakaiannya, tetapi juga dari aksesori yang mereka kenakan. Kalung, cincin, hingga totebag polos menjadi pelengkap gaya yang wajib ada.

Mereka sering terlihat nongkrong di kafe-kafe estetik atau acara-acara seni di daerah perkotaan, sambil memamerkan gaya yang effortless namun tetap terkurasi.

Media sosial, khususnya Instagram dan TikTok, menjadi wadah utama bagi anak kalcer untuk memamerkan outfit dan gaya hidup mereka, sekaligus menginspirasi anak muda lainnya.

Menurut Babyy Lisa, seorang content creator asal Jakarta yang aktif di TikTok, kalcer adalah cara anak muda menunjukkan bahwa mereka “ada” di tengah budaya populer.

“Kalcer itu bukan cuma soal baju, tapi vibe. Lo harus punya attitude yang match sama gaya lo, biar nggak cuma ikut-ikutan,” ujarnya dalam wawancara di X.

Kalcer di Berbagai Daerah

Meski identik dengan anak Jaksel, fenomena kalcer tidak terbatas di Jakarta. Di Bandung, anak kalcer sering diasosiasikan dengan gaya vintage dan komunitas pecinta thrifting.

Sementara di Yogyakarta, kalcer lebih dekat dengan nuansa seni dan budaya lokal, dengan pakaian yang memadukan batik modern dan aksesori handmade.

Setiap daerah seolah memiliki “versi” kalcer sendiri, yang mencerminkan karakter budaya lokal mereka.

Baca Juga: Bunga Tanjung Mantapkan Posisi sebagai Trendsetter Emas Fashion di Indonesia

Kalcer dan Media Sosial: Tren yang Mengglobal

Popularitas kalcer tidak lepas dari peran media sosial.

Hashtag #Kalcer di TikTok telah mencatat jutaan penayangan, dengan anak muda berbagi OOTD (Outfit of the Day) hingga tutorial styling.

Tren ini juga mulai menarik perhatian brand lokal dan internasional, yang kini banyak berkolaborasi dengan anak kalcer untuk mempromosikan produk fashion atau lifestyle.

Menariknya, kalcer juga mulai menyebar ke luar Indonesia.

Komunitas anak muda di Asia Tenggara, seperti di Malaysia dan Singapura, mulai mengadopsi istilah ini untuk menggambarkan gaya hidup urban yang serupa.

Ini menunjukkan bahwa kalcer bukan sekadar tren lokal, tetapi juga bagian dari gelombang budaya anak muda global.

Kalcer: Lebih dari Sekadar GayaLebih dari sekadar penampilan, kalcer adalah cerminan bagaimana Generasi Z mencari identitas di tengah arus budaya yang terus berubah.

Mereka menggunakan fashion dan gaya hidup sebagai bahasa untuk menyuarakan diri, sekaligus merayakan keberagaman budaya lokal.

Seperti yang diungkapkan oleh Dika, seorang mahasiswa di Jakarta, “Jadi anak kalcer itu kayak punya ruang buat nunjukin siapa kita, tanpa harus takut dihakimi.”

Dengan terus berkembangnya tren ini, kalcer bukan hanya soal pakaian atau aksesori, tetapi juga tentang keberanian untuk berbeda dan merayakan identitas.

Bagi Gen Z, menjadi kalcer adalah cara untuk tetap relevan, autentik, dan tentu saja, kece di tengah dinamika budaya masa kini.

Editor : Tasropi
#kalcer #generasi z #Gen Z #komunitas pecinta thrifting #produk fashion