RADARSEMARANG.ID, Semarang - Zaman sekarang, fenomena mental health kencang menjadi problem di masyarakat.
Tak segan, mereka memilih jalan buruk seperti mabuk, bergabung gangster, narkotika hingga bunuh diri.
Biasanya, cara negatif itu dilakukan karena tidak ada tempat untuk mengungkapkan rasa kesal, marah, dan dendam. Ataupun tidak ada teman bicara, dan tidak berani berkonsultasi dengan psikolog.
Daripada meluapkan emosi dengan merusak barang di rumah dan bikin ulah di masyarakat, mending ke ruang kemarahan alias rage room Breakit.Srg. Tempat ini sedang digandrungi anak muda di Kota Semarang.
Satu-satunya tempat yang ada di kota lumpia. Namun, di beberapa kota besar di Indonesia sudah ada.
Bisnis sewa ruangan ini menyediakan beragam jenis untuk meluapkan emosi. Di antaranya dengan cara menghancurkan barang-barang seperti botol kaca, tv, komputer, dan lain sebagainya. Bahkan pengelola juga menyediakan mobil untuk dihancurkan.
Sebelum melancarkan aksi memukul barang, pengunjung harus memakai alat pelindung diri (APD) yang telah disediakan. Seperti helm face shield, warepack safety, sarung tangan karet, dan sepatu boots.
Ada dua ruang. Di dalam ruangan, sudah tersedia botol ataupun barang yang akan dipecah sesuai pesanan pengunjung.
Barang-barang itu lantas diletakkan di atas meja yang terbuat dari ban dan papan. Untuk aksinya, disediakan pula empat alat pukul, yakni palu besar, stik, sekop.
Wartawan Radar Semarang mencoba cara unik menghilangkan penat dan stres. Begitu masuk ruangan, ada 10 botol kaca yang disediakan.
Ambil satu persatu lalu memilih alat pukul. Penulis memilih menggunakan palu besar, cukup berat. Botol itu lalu diletakkan di meja papan.
Setelah siap, berhitung, dan menunggu suasana hati yang pas, lalu diayunkan palu sekuat tenaga mengenai botol sambil berteriak. Pyarrrrr.
Pecahlah botol itu di atas reruntuhan barang-barang pecah lainnya. Rasanya lega. Plong. Amarah masih belum reda, penulis lalu memukul semua botol.
Sengaja, di ruangan ini didesain kedap suara. Sehingga ketika barang-barang pecah dan berteriak, suara tidak terdengar dari luar.
Juga ditambah musik yang diputar semakin membuat ruangan ini bebas untuk berekspresi.
Pemilik Break It Semarang Mario Dian Nurcahyo mengatakan, seperti namanya, Break It menawarkan ruangan yang di dalamnya terdapat berbagai benda pecah belah yang bebas dihancurkan. Seperti botol kaca, komputer, hingga TV bekas.
“Jadi orang yang butuh meluapkan emosi tapi tanpa merugikan orang lain dan tidak melanggar hukum, mungkin bisa ke sini,” katanya.
Kendati demikian, lanjutnya, pengunjung wajib mematuhi sejumlah peraturan selama berada di dalam ruangan.
Mulai dari tidak boleh melukai diri sendiri, tidak boleh merokok, tidak boleh berzina, hingga dilarang masuk dalam pengaruh alkohol.
Peraturan tersebut wajib dipatuhi untuk keselamatan pengunjung. Pun, terdapat kamera CCTV dalam ruangan tersebut sehingga bisa dikontrol dari luar.
“Boleh bernyanyi, nangis, teriak-teriak, tapi yang paling utama tidak boleh melukai diri sendiri. Menyangkut keselamatan dari customer juga kita perhatikan, P3K kita juga sudah lengkap semuanya,” jelas Mario.
Mario mengaku, ia terinspirasi Break.It lantaran peduli dengan isu kesehatan mental. Menurutnya, meluapkan emosi menjadi salah satu hal yang penting untuk meredakan stres.
Ia berharap hadirnya Breakit.Srg Semarang dapat membantu siapapun yang ingin meluapkan emosi tanpa melanggar hukum.
“Dalam psikologi ada studinya rage room atau stress room ini, jadi benar-benar membantu orang yang tidak punya ruang buat mengekspresikan dirinya,” bebernya.
Manajer Break It Semarang Adinda Wisha menambahkan, pengunjung wajib mengenakan APD saat sesi berlangsung.
“Wajib menjaga keselamatan pengunjung, biar mereka waktu di dalam tidak terkena pecahan kaca dari barang-barang yang mereka pecahkan itu,” kata Adinda.
Untuk biaya, pengunjung dapat menikmati wahana Break It dengan harga yang bervariasi. Mulai dari paket galau seharga Rp 50 ribu untuk 10 botol kaca, hingga paket anxiety sultan seharga Rp 300 juta untuk 1 mobil Innova dan 20 botol kaca. Ia mengatakan jika rata-rata pengunjung adalah remaja.
“Kita juga nyediain yang Rp 300 juta, itu menghancurkan mobil Innova. Tapi belum ada yang milih itu, biasanya bisa milih yang harga Rp 50 ribu atau Rp210 ribu,” tandasnya.
Salah seorang pengunjung, Fadia Haris mengatakan dirinya menjajal wahana Break It karena penasaran dan fomo yang tren di media sosial. Ia mengaku setelah mencoba wahana ini sangat seru.
"Seru banget daripada pecahin barang di rumah dimarahi ibu ya, makanya coba di sini buat pecahin barang," ucapnya.
Fadia menuturkan, wahana ini cocok menjadi pilihan saat merasa banyak pikiran, stres sehingga tersalurkan emosi dengan baik tanpa merugikan diri sendiri dan orang lain.
"Kalau pas lagi banyak pikiran gitu bisa banget ke sini, sekuat tenaga memukul barang untuk meluapkan emosi," ajaknya. (ifa/ton)
Editor : Baskoro Septiadi