RADARSEMARANG.ID, Semarang — Apa hal pertama yang Anda lakukan saat mengambil foto lucu bersama sahabat Anda?
Posting ke Instagram atau media sosial lainnya, mungkin.
Begitulah cara kerja media sosial.
Saat Anda memiliki momen baru untuk dibagikan, sulit untuk menemukan alasan untuk tidak mengunggahnya di media sosial.
Namun tidak semua orang kecanduan media sosial, percaya atau tidak.
Ini cara yang bagus untuk terhubung dengan orang-orang yang tidak Anda temui setiap hari, tetapi itu tidak harus menjadi garis hidup Anda.
Dilansir dari Life Hack, Kamis (12/12), berikut ini sifat atau kepribadian orang yang jarang update status atau foto di media sosial:
Ada beberapa perbedaan besar antara mereka yang terus-menerus terpaku pada media sosial dan mereka yang tidak.
Mungkin banyak dari kalian yang penasaran seperti apa sifat atau kepribadian mereka yang tidak mengandalkan media sosial untuk mendokumentasikan kehidupan mereka sementara yang lainnya tak bisa lepas dari itu.
Seseorang terkadang mempunyai Media Sosial alias medsos hanya ingin mencari tambahan informasi saja.
Mereka jarang mempost atau posting kehidupannya.
Baginya status merupakan privasi tersendiri.
Uniknya menurut Psikolog hal itu menandakan kelebihan atau kualitas hidup yang baik, berikut penjelasannya dikutip dari Geediting pada 11 Desember 2024.
1. Menghargai diri sendiri
Mereka yang jarang atau tidak pernah mengunggah di media sosial sering kali menghargai kesendirian mereka.
Mereka menghargai waktu sendiri, menggunakannya untuk refleksi diri dan pengembangan pribadi.
Ini tidak berarti penyendiri atau antisosial.
Bahkan, bisa sangat mudah bergaul jika mau.
Hanya saja lebih menyukai interaksi tatap muka yang bermakna daripada koneksi digital.
Mereka menganggap interaksi di dunia nyata lebih memuaskan dan autentik.
2. Fokus pada kehidupan nyata
Real Life lebih penting baginya.
Ia tak selalu merekam dan memamerkan kehidupan di medsos namun tengah menyerap semuanya ke dalam diri sendiri.
Kemudian ia akan mengkoreksi semuanya jika dirasa ada yang salah.
3. Jarang cemas
Mereka yang lebih suka menjaga privasi di media sosial sering melaporkan tingkat kecemasan yang lebih rendah.
Hal ini didukung oleh penelitian, yang telah menunjukkan adanya korelasi antara penggunaan media sosial yang tinggi dengan peningkatan tingkat kecemasan dan depresi.
Ini bukan berarti semua orang yang menjaga privasi di media sosial bebas dari rasa cemas.
Namun, tidak adanya tekanan untuk mempertahankan citra tertentu di dunia maya, atau stres karena membandingkan diri sendiri dengan orang lain, dapat menghasilkan kondisi pikiran yang lebih damai.
Baca Juga: Keutamaan, Makna, Dalil Puasa dan Ibadah-ibadah yang Dilakukan Selama Bulan Ramadan 1446 H
4. Jujur
Orang yang jarang mengunggah di media sosial sering kali mengutamakan kejujuran.
Mereka tidak tertarik untuk menampilkan gambaran sempurna tentang kehidupan agar dilihat dunia.
Sebaliknya lebih suka menjadi diri sendiri dan menjalani kehidupan yang autentik bersama keluarganya.
Psikolog menunjukkan bahwa pendekatan ini sering kali menghasilkan harga diri yang lebih tinggi dan kesehatan mental yang lebih baik.
Ini merupakan bukti penerimaan diri dan kekuatan batin.
5. Mudah bergaul
Psikolog berpendapat bahwa orang-orang seperti kita, yang lebih menyukai keintiman di dunia nyata, sering kali memiliki kecerdasan emosional yang lebih tinggi dan lebih berempati.
Mereka lebih suka menghabiskan waktu berjam-jam untuk berbicara dengan seorang teman tentang kehidupan, impian, dan segalanya daripada mengunggah status yang dapat dilihat oleh ratusan orang.
6. Respect kepada orang lain
Lebih suka menjaga privasi di media sosial sering kali sangat menghormati privasi diri sendiri dan orang lain.
Memahami pentingnya menjaga beberapa aspek kehidupan agar tidak diketahui publik dan juga menerapkan pemahaman ini kepada orang lain.
Cenderung tidak akan berbagi informasi tanpa izin atau terlibat dalam gosip.
Sebaliknya, mereka menghormati batasan dan percaya pada pentingnya ruang pribadi, baik secara fisik maupun digital.
7. Anti Fomo
Tidak terpengaruh oleh tren atau tekanan eksternal tetapi dibimbing oleh nilai dan keyakinan sendiri.
Pendekatan yang disengaja terhadap kehidupan ini seringkali menghasilkan rasa kepuasan yang lebih besar.
Psikolog menyimpulkan bahwa sifat ini dapat berkontribusi secara signifikan terhadap kesejahteraan dan kebahagiaan secara keseluruhan.
Saat bermain media sosial, terdapat orang yang gemar update status, ada pula orang yang jarang melakukannya.
Biasanya, sifat orang yang jarang update status cenderung berusaha untuk menjaga privasi.
Menurut Putra dan Hidayatullah dalam Literasi Privasi Sebagai Upaya Mencegah Pelanggaran Di Era Masyarakat Jaringan menyebutkan bahwa menjaga privasi adalah hal penting, sehingga banyak orang jarang mengunggah status di media sosial.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang sifat orang yang jarang update status di media sosial, baca artikel ini sampai habis.
Sifat Orang yang Jarang Update Status
Mengunggah status adalah hal yang banyak dilakukan oleh sejumlah orang yang bermain media sosial.
Namun, sejumlah orang jarang melakukannya karena sifat tertentu.
Adapun sifat orang yang jarang update status adalah:
1. Berusaha Menjaga Privasi
Salah satu sifat orang yang jarang update status di media sosial adalah berusaha untuk menjaga privasinya.
Pasalnya, saat mengunggah status, orang-orang akan membagikan rutinitasnya.
Baca Juga: Sosok Profil Ustadz Prof KH Abdul Somad Batubara atau UAS yang Akan Hadir di Semarang Besok
Hal ini tentu bisa membuat orang lain mengetahui privasi.
Untuk menjaga privasinya, seseorang cenderung menahan diri agar tidak mengunggah status.
2. Malas
Sifat orang yang jarang update status di media sosial lainnya adalah karena malas.
Bagi seseorang dengan sifat ini, media sosial bukan tempat yang tepat untuk menumpahkan apa yang tengah dialami.
Bahkan, saat seseorang memiliki waktu senggang untuk mengunggah status, hal ini tetap tidak dilakukan, karena dirinya merasa malas dan enggan menerima tanggapan dari orang lain.
3. Tidak Memiliki Ide
Sifat orang yang jarang update status di media sosial selanjutnya adalah karena tidak memiliki ide terkait hal apa yang hendak dibagikan.
Hal ini tentu menghalanginya untuk mengunggah status sekalipun sebenarnya menginginkan.
Baca Juga: Apa Itu Kurikulum Deep Learning? Yang disebut Mendikdasmen RI, Ini dia 3 Elemen didalamnya.
Di sisi lain, seseorang juga bisa saja enggan membagikan status yang berisi curhatan hati belaka.
Sebaliknya, dirinya ingin membagikan suatu hal yang lebih bermanfaat.
4. Suka Menyimak
Sifat orang yang jarang update status di media sosial berikutnya adalah karena lebih suka menyimak cerita orang lain dibandingkan harus membagikan rutinitasnya.
Baca Juga: Kisi-kisi Materi Seleksi Kompetensi Bidang CPNS dan Jadwal Terbaru
Sifat ini termasuk hal yang wajar.
Sebab, ada pula orang yang malu untuk berbagi cerita, apalagi di media sosial.
Hal itu menyebabkan dirinya lebih suka melihat status dibandingkan harus membuatnya.
5. Sibuk
Sifat orang yang jarang update status di media sosial terakhir adalah dirinya terlalu sibuk untuk bermain media sosial.
Pasalnya, bermain media sosial, termasuk membuat status, bisa membuat seseorang menjadi kecanduan.
Untuk itu agar tidak mengganggu rutinitasnya, seseorang cenderung jarang mengunggah status di media sosial atau pun membuat media sosial.
Demikian sederet informasi mengenai sifat orang yang jarang update status di media sosial. (fal/bas)
Editor : Baskoro Septiadi