RADARSEMARANG.ID, DI ERA dimana orang-orang gila kerja, mengalami burnout bukan lagi hal yang biasa.
Burnout saat merupakan suatu keadaan dimana kita merasa lelah secara emosi, fisik, dan mental. Hal ini seringkali disebabkan oleh stress yang menumpuk dan berkepanjangan.
Burnout biasa diawali dengan perasaan kewalahan akan menumpuk nya beban pekerjaan maupun tugas yang tidak ada habisnya. Stress yang berkelanjutan menyebabkan hilangnya motivasi dan minat dalam pekerjaan yang kita lakukan.
Namun, jika dibiarkan burnout dapat menurunkan produktivitas, menurunkan motivasi bekerja, serta merasa mudah putus asa.
Burnout berakar dari mereka yang bekerja lebih dari jam kerja yang ditentukan namun upah yang dihasilkan tidak sesuai dengan beban yang diberikan.
Namun, burnout juga dapat di picu oleh faktor lain seperti gaya hidup dan cara berpikir kita. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga gaya hidup agar tetap seimbang dan terhindar dari burnout di lingkungan kerja maupun belajar.
Berikut adalah tanda-tanda kamu terkena burnout dan cara mengatasinya:
Gejala Fisik Burnout
- Merasa lelah dan tidak bertenaga sepanjang waktu
- Sering sakit dan menurunnya imun tubuh
- Berulang kali merasa sakit kepala dan nyeri otot
- Nafsu makan dan jadwal tidur yang tidak teratur
Gejala Emosional Burnout
- Sering meragukan diri sendiri
- Merasa tertinggal dari orang-orang sekitarnya
- Kehilangan motivasi
- Sering berpikiran negatif
- Merasa dirinya adalah sebuah kegagalan
Gejala Burnout pada Perilaku
- Sering menelantarkan tanggungjawab
- Mengisolasi diri dari orang lain
- Menunda-nunda pekerjaan
- Mengalihkan fokus ke hal lain seperti bermain sosmed atau pun alkohol untuk lari dari pekerjaan
- Melampiaskan amarah ke orang lain
Tips Mengatasi Burnout:
1. Meminta Bantuan Orang Lain
Orang yang terkena burnout seringkali tidak menyadari seberapa besar stress yang mereka alami. Salah satu cara ampuh mengatasi burnout secara positif adalah dengan bantuan orang lain.
Berbicara dari mata ke mata dengan pendengar yang baik dapat membantu untuk mengurangi stress dan memberikan ketenangan terhadap pikiran kita yang kacau.
Meskipun bercerita kepada orang lain tidak secara langsung menyelesaikan masalah, namun dengan mengungkapkan rasa penat dan beban yang kita rasakan kepada orang lain dapat membantu untuk membuat pikiran kita terasa lebih tenang.
Mengahabiskan waktu dengan orang tersayang juga dapat membantu untuk mengatasi burnout. Terbuka akan masalah yang kita alami, bukan berarti membebani orang lain.
Hal ini justru dapat menguatkan hubungan yang terjalin antar sahabat, keluarga, maupun orang terkasih.
Temukan teman baru. Jika tidak memiliki orang untuk bercerita maupun menghabiskan waktu, maka inilah saatnya untuk membangun hubungan baru dan memperluas koneksi.
2. Mengubah Persepsi terhadap Pekerjaan
Salah satu cara paling ampuh untuk mengatasi burnout yang disebabkan oleh pekerjaaan adalah mengundurkan diri dan menemukan pekerjaan yang sesuai dengan passion yang kita minati.
Namun, bagi beberapa orang untuk berganti pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Meskipun begitu, kita masih dapat bertahan dengan mengubah pandangan kita akan pekerjaan yang kita lakukan.
Temukan value dari pekerjaan yang dapat kita nikmati. Meskipun hanya berupa kopi kantor gratis maupun teman yang seru untuk diajak bicara, dengan mengubah persepsi kita tentang pekerjaan tersebut, pekerjaan dapat terasa lebih menyenangkan dan terhindar dari burnout.
Mengambil jatah libur dapat membantu mengatasi rasa stress dan tekanan kerja. Manfaatkan cuti pekerjaan apabila rasa burnout sudah tidak tertolong lagi.
Gunakan waktu tersebut untuk menenangkan diri dan mengisi energi yang telah habis akibat pekerjaan yang tiada habisnya.
3. Utamakan Prioritas Diri Sendiri
Burnout seringkali dialami bagi mereka yang kewalahan akan pekerjaan maupun tugas yang mereka dapatkan.
Terutama bagi mereka yang suka membantu pekerjaan orang lain. Sangat penting bagi kita untuk mengetahui prioritas diri isendiri demi kesehatan mental.
Belajar menentukan batas dengan orang lain. Kita harus belajar untuk berkata “tidak” kepada orang lain. Bukan karena kita egois, namun karena kita mengetahui bahwa kita juga memiliki tanggungjawab sendiri.
Temukan hobi untuk menghindari burnout. Burnout dapat terjadi karena kita jenuh akan aktivitas kita yang itu-itu saja. Cobalah hal baru maupun hobi lama yang tidak berhubungan dengan pekerjaan.
Istirahat yang cukup juga sangat penting bagi kesehatan tubuh. Tubuh yang kelelahan dapat berujung pada stress dan burnout. Oleh karena sangat penting untuk menjaga jam tidur agar tetap ideal.
Itulah beberapa tips untuk mengatasi burnout yang dapat disebabkan oleh pekerjaan maupun tugas-tugas yang tiada habisnya.
Jangan ragu untuk menghubungi orang lain. Manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk menjaga kesehatan badan dan mental agar terhindar dari burnout. (mg10)
Editor : Tasropi