RADARSEMARANG.ID - Malam satu Suro merupakan salah satu malam paling sakral dalam budaya Jawa.
Malam tersebut memiliki energi mistis yang kuat dan keunikan tersendiri dalam primbon Jawa. Diketahui, untuk tahun 2024 malam satu Suro akan jatuh pada tanggal 7 Juli.
Pada malam satu Suro, Seseorang dengan weton tertentu sering menjadi incaran Sengkolo atau energi negatif.
Sengkolo merupakan istilah yang merujuk pada hal-hal buruk atau kesialan yang bisa menimpa seseorang.
Sebab itu, pada malam satu Suro, weton-weton tertentu dianjurkan untuk tidak keluar rumah menurut Primbon Jawa. Kecuali ada kegiatan mendesak atau memiliki rutinitas tertentu seperti bekerja shift malam.
Saat malam Satu Suro, masyarakat Jawa sering melakukan ritual jamasan pusaka dan laku tirakat seperti laku Topo Bisu sembari mengitari benteng di Jogja dan Solo. Kegiatan tersebut untuk menghilangkan hal-hal buruk sebelum memasuki tahun baru.
Beberapa weton yang menjadi incaran sengkolo pada malam satu suro menurut Primbon Jawa sebagaimana yang dikutip dari akun Youtube Jawa tulen 77 pada Kamis (4/7).
1. Selasa Pahing
Weton yang patut waspada pada malam satu Suro adalah Selasa Pahing. Menurut Primbon Jawa menyebutkan bahwa Selasa Pahing memiliki neptu 12, dengan Selasa bernilai 3 dan Pahing 9.
Angka 12 ini merupakan puncak dari siklus kehidupan, melambangkan energi alam semesta yang mencapai puncaknya, baik positif maupun negatif.
Satu Suro sendiri yang dianggap sebagai hari dengan energi spiritual yang kuat, adalah waktu pergantian tahun Jawa ketika energi spiritual mencapai puncaknya.
Pertemuan energi pada Selasa Pahing dan Malam Satu Suro dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam diri seseorang yang lahir pada weton tersebut, membuat mereka rentan terhadap gangguan gaib atau Sengkolo, baik secara fisik seperti penyakit atau kecelakaan, mental seperti gangguan jiwa, maupun spiritual.
2. Sabtu Wage
Weton Sabtu Wage dikenal memiliki energi khusus yang dapat menarik Sengkolo atau nasib buruk, terutama saat bulan Suro.
Sabtu Wage memiliki neptu 13 yang terdiri Sabtu 9 dan Wage 4, dan ini termasuk kategori neptu tinggi serta sering dikaitkan dengan energi besar, baik positif maupun negatif.
Seperti yang disebut sebelumnya bahwa pada bulan Suro, energi negatif dianggap lebih dominan, sehingga weton dengan neptu tinggi seperti Sabtu Wage lebih rentan terhadap pengaruh buruk.
Mengingat energi berat pada hari Sabtu dan kekuatan mistis bulan Suro, mereka yang lahir pada weton Sabtu Wage dianjurkan untuk lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, terutama menjelang malam Satu Suro.
3. Sabtu Kliwon
Menurut Primbon Jawa, weton Sabtu Kliwon juga memiliki makna spiritual yang mendalam dan potensi nasib buruk yang lebih besar pada bulan Suro.
Hari Kliwon dianggap memiliki energi spiritual kuat dan sering dikaitkan dengan hal-hal gaib, yang pengaruhnya meningkat pada bulan Suro.
Kombinasi energi berat dari hari Sabtu dan energi mistis dari hari Kliwon memperkuat potensi energi negatif yang bisa mempengaruhi seseorang.
Bulan Suro, penuh dengan energi mistis dan spiritual, membuat mereka yang lahir pada Weton Sabtu Kliwon rentan terhadap gangguan, sehingga disarankan untuk meningkatkan kewaspadaan selama bulan ini, terutama menjelang malam Satu Suro.
4. Rabu Legi
Adapaun Rabu Legi, meskipun weton ini biasanya dianggap baik dalam Primbon Jawa, namun pada bulan Suro weton ini juga memiliki potensi menjadi incaran Sengkolo.
Bulan Suro yang sakral penuh dengan energi spiritual kuat dapat mempengaruhi keseimbangan energi individu, termasuk mereka yang lahir pada Rabu Legi.
Dengan neptu 12 yakni Rabu 7 dan Legi 5, weton ini tergolong neptu sedang, yang tetap memiliki potensi terpengaruh oleh energi negatif yang meningkat pada bulan Suro.
Selain itu, sifat lembut, pendiam, dan kurang waspada yang sering dimiliki orang dengan Weton Rabu Legi membuat mereka lebih rentan terhadap pengaruh negatif dan Sengkolo.
5. Sabtu Pahing
Di antara kelima weton di atas, Sabtu Pahing adalah yang harus ekstra waspada karena karakter keras kepala yang dimilikinya.
Saat emosi, auranya berubah menjadi negatif, terutama dengan energi besar Satu Suro, membuat weton ini berada pada posisi terlemah dan rentan terhadap hal buruk.
Mereka cenderung melampiaskan amarah dengan menyalahkan orang lain meskipun mampu berpikir dewasa.
Ketika aura negatif menguasai, mereka bisa gelap mata, sehingga sangat penting bagi mereka untuk menjaga keseimbangan emosi pada saat Satu Suro. (dev/bas)
Editor : Baskoro Septiadi