Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Parkour Gabungkan Seni Beladiri, Melatih Tubuh dan Pikiran

Magang Radar Semarang • Minggu, 23 Juni 2024 | 17:19 WIB

 

Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID - Parkour atau freerunning adalah aktivitas fisik yang berasal dari Prancis.

Aktivitas fisik ini melibatkan bergerak dengan cepat dan efisien melewati berbagai rintangan di lingkungan sekitar. Misalnya seperti dinding, pagar, tangga, dan lainnya.

Di Kota Semarang, olahraga jenis ekstrem ini mulai banyak digandrungi kawula muda. Bahkan sudah ada wadahnya bernama Komunitas Parkour Semarang.

Berdiri di Taman Parkour di Taman Lamper Tengah, sejak tahun 2007. Saat ini sudah ada sekitar 40 anggota aktif. Dengan member tertua yang sudah mencapai umur 40 tahun.

“Parkour adalah seni bela diri yang tidak hanya melatih fisik, tetapi juga mental dan teknik,” ujar Aldiansyah salah satu pelatih Parkour Semarang.

Bagi anggota muda, parkour merupakan sarana untuk mengeksplorasi gerakan dengan penuh keyakinan dan keterampilan.

Sementara bagi anggota yang lebih tua, fokus utamanya yaitu menjaga keseimbangan dan keamanan dalam setiap gerakan.

Organisasi ini sudah resmi disahkan sebagai “Parkour Park” oleh Pemerintahan Kota Semarang pada tahun 2022. Sejak awal didirikannya, komunitas ini telah berhasil menggaet hingga 100 orang pada tahun 2011.

Anggotanya terdiri dari berbagai kalangan usia. Mulai dari muda hingga tua dengan berdasar pada latihan yang berfokus pada efisien, dan kecepatan gerakan dengan tetap memperhatikan keselamatan.

Komunitas ini memiliki prinsip utama yaitu “bagaimana caranya jatuh dengan benar.” Tujuannya untuk meminimalisir cedera melalui refleks tubuh yang sudah terlatih.

Dengan latihan rutin, tubuh secara otomatis akan bereaksi ke mode aman dengan menyelamatkan diri saat jatuh.

Seni jatuh ini memiliki konsep yang mirip dengan seni bela diri UKEMI. Bertujuan agar para anggota mampu memastikan jatuh dalam kondisi aman.

Untuk mencapai refleks tubuh yang baik, dibutuhkan latihan intensif yang bisa dimulai dengan gerakan dasar seperti, melompat, mendarat (landing), dan memanjat (climbing).

Masing-masing anggota harus memahami cara mengolah tubuh masing-masing agar dapat terhindar dari cedera.

Ada beberapa terdapat beberapa teknik khusus yang bisa menunjang skill parkour di komunitas ini.

Yakni Precision: Teknik melompat ke suatu titik secara tepat menggunakan satu atau dua kaki.

Kemudian Stretch Jump: Lompat jauh menggunakan satu kaki. “Terakhir Main Tangan: Teknik memanjat menggunakan tangan,” tambahnya.

Dengan menguasai teknik-teknik ini bisa membantu anggota dalam bergerak secara efisien dan efektif, bukan hanya sekedar bermodalkan tekad semata.

Contohnya, dalam sebuah lompatan, kaki harus rapat agar saat landing menggunakan ujung kaki dan fokus pada ankle bukan lutut. “Sehingga tidak menimbulkan getaran yang bisa mencapai ke otak,” tambahnya.

Menariknya, olahraga Parkour mengajarkan tubuh untuk bergerak bebas. Tanpa batas dengan melibatkan seluruh anggota tubuh untuk bergerak.

“Memanfaatkan elemen yang ada di lingkungan sekitar agar terus terlatih dan terampil,” tambahnya. (mg7/ mg10/fth)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Parkour #OLAHRAGA