RADARSEMARANG.ID - Beda muatan tetap saudaraan. Itulah slogan dari Communitas New Carry Nusantara (CNCN), yakni komunitas yang menaungi pengusaha atau pemilik mobil pick up jenis New Carry 2019.
Para anggota CNCN rata-rata merupakan pemilik sekaligus pengemudi New Carry. Komunitas ini didirikan seiring peluncuran Suzuki New Carry.
“Saya tertarik dengan Suzuki New Carry sejak awal peluncurannya. Mulai dari bentuk dan spesifikasinya. Saya beli untuk bekerja," kata Ketua CNCN, Frisal Teguh Susanto.
Anggota komunitas pick up ini tidak hanya dari Pulau Jawa, tapi sudah se-Nusantara.
"Memang tidak sebesar komunitas lain, karena komunikasi kami baru lahir 2019. Yakni sesuai dengan tahun peluncuran Suzuki New Carry," ujarnya.
Pendirian CNCN bertujuan untuk mempersatukan dan menambah persaudaraan di kalangan pekerja pick up.
"Selain itu jika menemui kendaraan pick up New Carry, mengalami kerusakan di jalan, kami saling membantu," tambahnya.
Ia mengakui, jenis mobil pick up saat ini sangat banyak. Seperti Grand Max, Carry, L300, dan lain-lain.
"Kami bikin komunitas ini untuk solidaritas teman-teman, intinya kami cari saudara di jalan," jelasnya.
Hingga kini, sedikitnya ada 100 anggota CNCN dari Semarang, Jakarta, dan wilayah Pulau Jawa.
Bahkan dari luar pulau, seperti Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Pulau Sumatera dan lainnya.
“Ada yang dari Pekanbaru, ada juga di Kalimantan. Kami memiliki se-Nusantara," akunya.
komunitas pick up CNCN juga melakukan pertemuan rutin dengan anggotanya. Atau dalam istilah mereka disebut kopi darat.
"Di komunitas ini tidak ada pungutan biaya selain seragam. Kopdar ini silaturahmi dan sharing soal perawatan dan kekurangan mobil," jelasnya.
Manfaat CNCN adalah banyak saudara dan penolong. Seperti pengalamannya, ketika mengantar barang ke Surabaya-Jakarta.
Dirinya sedang beristirahat di rumah temannya sesama anggota CNCN. "Sambil menunggu muatan, menginap di rumah teman," jelasnya.
Diceritakan, belum lama ini, ada teman mengalami kendala, tidak bisa jalan karena mesin rusak di wilayah Tol Salatiga.
"Kami dari komunitas datang membantu," jelasnya. (fgr/bud)
Editor : Baskoro Septiadi