Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Komunitas 'Gangster' Jadi Wadah untuk Share dan Belajar Bisnis Jasa Towing

Nurfa'ik Nabhan • Minggu, 12 Mei 2024 | 18:40 WIB

 

Foto bareng para anggota towing enthusiast dari Joglosemar (Jogja, Solo, dan Semarang) saat Halal Bi Halal. NURFAIK NABHAN/Jawa Pos Radar Semarang
Foto bareng para anggota towing enthusiast dari Joglosemar (Jogja, Solo, dan Semarang) saat Halal Bi Halal. NURFAIK NABHAN/Jawa Pos Radar Semarang
 

RADARSEMARANG.ID - Mendengar kata gangster, tentu membuat kita membayangkan sekelompok berandalan yang kerap berbuat onar dan kriminal.

Tapi, Gangster ini justru kerap menjadi penyelamat kendaraan yang mengalami musibah kecelakaan.

Ya, Gangster ini adalah singkatan dari Gabungan Anak Towing Semarang Bersatu. Komunitas ini para pengusaha towing atau towing enthusiast ini sudah ada sejak 2012.

Ketua Gangster, Geng Naomi mengatkaan, komunitas towing sudah merata di wilayah Indonesia. "Gangster anggotanya ada 30 pengusaha towing," katanya.

Gangster merupakan wadah bagi para pengusaha-pengusaha towing yang ada di eks karesidenan Semarang.

Beranggotakan 30  anggota pengusaha towing yang ada di Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang dan Kendal.

Bagi pengusaha towing yang ingin gabung dengan Gangster, memerlukan persyaratan khusus.

Yakni harus memiliki truk towing, kedua mau berbagi dan belajar dengan sesama anggota lainnya.

“Seperti contoh pengen main towing atau usaha towing namun belum tahu caranya bisa masuk di grup kami dan sharing sama teman-teman anggota. Kami membuka selebar-lebarnya pemilik Towing untuk bergabung," terangnya.

Selain itu juga ada beberapa agenda atau kegiatan rutin anggota Gangster. Salah satunya setiap dua bulan sekali anjangsana ke rumah owner anggota secara bergantian. “Agar saling kenal dan silaturahmi sehingga semakin akrab dan solid," lanjutnya.

Naomi menyebut, dengan adanya komunitas ini menjadi sebuah wadah untuk pengusaha towing bisa melakukan evaluasi.

Salah satunya, supaya mendapatkan secara rutin muatan-muatan yang bisa dilakukan bersama-sama.

“Tidak ada senioritas di komunitas Gangster ini. Semua anggota memiliki kewajiban dan hak yang sama rata," ungkapnya.

Menurutnya, usaha towing di Kabupaten Semarang maupun di Kota Semarang menurutnya sudah sangat baik perkembangannya.

Semua pengusaha towing bisa berjalan beriringan dan bersamaan tanpa ada bentrok satu sama lain.

“Biasanya kalau pengusaha tidak ada wadah itu kan saling bentrok karena tidak ada penjagaan dan silaturahmi," jelasnya. (nun/bud/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Komunitas Pengusaha Towing Semarang #Towing #Pengusaha Towing